Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengucapkan belasungkawa mendalam atas wafatnya mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. Tito mengaku mengenal dekat almarhum, terutama karena mereka pernah bersama-sama bekerja di kabinet yang sama.
Kenangan Bersama di Kabinet
“Sama-sama kami pernah bersama-sama di kabinet, saya sebagai Mendagri, beliau sebagai Menteri Pertahanan. Mengenal cukup baik almarhum,” kata Tito usai melayat di kediaman almarhum di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/5/2026).
Selain itu, Tito juga mengenang Ryamizard sebagai sosok senior yang berasal dari Pulau Sumatera. Mereka sering membicarakan tentang Sumatera, karena Ryamizard memiliki kediaman di Sumatera Selatan dan Lampung, sementara Tito berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.
“Kebetulan saya dari Palembang, Sumsel, jadi saya sering juga menghadap beliau untuk masalah-masalah bukan hanya tugas tapi juga mengenai urusan-urusan kampung kita, Sumatera bagian selatan,” jelas Tito.
Doa dan Penghormatan Terakhir
Tito mengaku kehilangan atas berpulangnya Ryamizard. Ia berdoa agar mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu mendapatkan husnul khatimah.
“Jadi dengan wafatnya beliau sekali lagi kami sangat berduka sedalam-dalamnya dan mendoakan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni segala dosa-dosa almarhum selama di dunia. Namanya manusia tidak akan lepas dari dosa dan kesalahan. Kita maafkan semua kesalahan beliau dan kita doakan agar dimudahkan jalan untuk menghadap Sang Ilahi,” ungkapnya.
Pemakaman Militer di TMP Kalibata
Diketahui, jenazah Ryamizard Ryacudu, yang menjabat Menhan periode 2014-2019, akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Senin (1/6/2026). Pemakaman akan dilakukan secara militer.
“Akan dilaksanakan upacara pelepasan jenazah dari Kementerian Pertahanan pada pukul 11.00 WIB sebelum diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta,” demikian keterangan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang diterima detikcom.
Upacara pemakaman militer akan dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai inspektur upacara. “Jenazah almarhum akan dimakamkan secara militer melalui upacara pemakaman militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata sebagai penghormatan negara kepada seorang prajurit dan negarawan yang telah mendedikasikan hidupnya untuk Indonesia,” kata Sjafrie.



