NATO Siap Bela Turki dan Anggota Lainnya, Mark Rutte Tegaskan Komitmen
NATO Siap Bela Turki dan Anggota Lainnya, Tegas Rutte

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan bahwa aliansi pertahanan tersebut akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk melindungi negara-negara anggotanya, termasuk Turki. Pernyataan ini disampaikan setelah pasukan NATO berhasil mencegat empat rudal yang ditembakkan dari Iran dan mengarah ke wilayah udara Turki dalam beberapa pekan terakhir.

Latar Belakang Ancaman Rudal Iran

Turki, yang merupakan anggota aliansi pertahanan yang dipimpin Amerika Serikat dan berbatasan langsung dengan Iran, sebagian besar terhindar dari serangan balasan Iran yang dialami negara-negara lain di Timur Tengah. Pasukan NATO telah menembak jatuh rudal balistik asal Iran sebanyak empat kali. Sebagai respons, aliansi tersebut mengerahkan baterai rudal Patriot baru di pangkalan udara Incirlik di Turki bagian selatan.

"Iran menyebarkan teror dan kekacauan, dan Anda merasakannya dengan jelas di sini di Turki," kata Rutte kepada wartawan pada Rabu (22/4) saat berkunjung ke perusahaan elektronik pertahanan terbesar Turki, Aselsan. "Dalam beberapa pekan terakhir, NATO telah berhasil mencegat rudal balistik yang menuju Turki dari Iran dalam empat kesempatan terpisah," ujarnya, seperti dilansir kantor berita AFP pada Rabu (22/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Komitmen NATO terhadap Pertahanan Kolektif

Rutte menegaskan bahwa NATO siap menghadapi ancaman semacam itu dan akan selalu melakukan apa pun yang diperlukan untuk membela Turki dan semua negara anggota lainnya. "Kita tidak bisa melakukannya sendiri," tambahnya, menekankan pentingnya solidaritas aliansi.

Kunjungan Rutte ke Turki dilakukan menjelang KTT NATO yang akan digelar di Ankara pada Juli mendatang. Dalam kesempatan itu, ia memuji kemajuan signifikan yang telah dicapai Turki di bidang pertahanan. "Kita dapat belajar banyak dari apa yang dilakukan Turki di sini," kata Rutte.

"Ini diperlukan karena kita hidup di dunia yang lebih berbahaya... dan itu berarti kita membutuhkan pertahanan yang kuat untuk melindungi keamanan kita," imbuhnya. Rutte juga menyebut bahwa Turki telah mengalami revolusi industri pertahanan. "Saya benar-benar dapat mengatakan itu adalah revolusi dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.

Kepala NATO tersebut dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam kunjungannya kali ini. Pertemuan itu diharapkan dapat memperkuat kerja sama pertahanan antara NATO dan Turki di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga