Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) resmi meluncurkan operasi militer bertajuk Proyek Kebebasan pada Selasa, 5 Mei 2026. Operasi ini bertujuan untuk mengamankan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz yang saat ini tengah dilanda konflik. Informasi tersebut disampaikan oleh juru bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) yang menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan kapal-kapal komersial dapat melintasi selat secara aman.
Latar Belakang Konflik
Selat Hormuz menjadi titik panas sejak pecahnya konflik antara AS dan Iran. AS melakukan serangan terhadap Iran lebih dahulu pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sebagai respons, Iran disebut-sebut menutup akses selat dengan berbagai ancaman, termasuk pengerahan ranjau laut, drone, rudal, serta kapal serang cepat. Tindakan ini mengancam kelancaran lalu lintas kapal dagang di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Respons AS
Menghadapi situasi tersebut, AS meningkatkan patroli pengawalan di sekitar Selat Hormuz. Selain itu, AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan yang berada di bawah kendali Iran. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk melindungi kepentingan maritim dan memastikan stabilitas keamanan di kawasan. Operasi Proyek Kebebasan diharapkan dapat meredakan ketegangan dan menjaga arus perdagangan global tetap lancar.
Dengan adanya operasi ini, AS menegaskan komitmennya untuk menjaga kebebasan navigasi dan melindungi kapal-kapal komersial dari ancaman di Selat Hormuz. Situasi terus dipantau oleh CENTCOM yang siap mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.



