Wajah Mirip Taufik Hidayat, Pria Ini Jadi Korban Salah Sasaran Emosi Warga
Wajah Mirip Taufik Hidayat, Pria Jadi Korban Salah Sasaran

Warga Bandung Jadi Korban Salah Sangka karena Wajah Mirip DPO

Kasus Taufik Hidayat, tersangka penganiayaan dan penyekapan seorang wanita selama tiga tahun di sebuah kosan, masih menjadi sorotan publik. Di tengah perburuan yang gencar dilakukan polisi, seorang pria bernama Aditya Pratama Putra, warga Soreang, Kabupaten Bandung, justru menjadi korban salah sasaran lantaran wajahnya dianggap mirip dengan Taufik Hidayat.

Aditya yang dikenal sebagai mantan pemain serial 'Preman Pensiun' itu mengaku beberapa kali mengalami kejadian tidak menyenangkan di ruang publik. Mulai dari dipandangi sinis, dicurigai warga, hingga ditarik dan diinterogasi karena disangka sebagai buron yang sedang diburu polisi.

Bermula dari Candaan di Media Sosial

"Ya jadi kan awalnya dari awal kasus ini mencuat di socmed tuh ya sering seliweran ya di FYP. Saya kurang menanggapi karena agak miris sih ngelihat korban, karena kan yang sering ditampilkan tuh muka korban dan awalnya yang sering ditampilkan DPO-nya tuh muka Taufik yang diedit-editan tuh," kata Aditya dilansir detikJabar, Selasa (23/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Awalnya, ia hanya menganggap seloroh teman-temannya yang mulai mengirim pesan dan menandainya di berbagai unggahan media sosial sebagai candaan belaka. Namun, canda di dunia maya itu ternyata berlanjut ke kehidupan nyata.

Kejadian di Minimarket dan Warung Nasi Goreng

Aditya mulai merasakan atmosfer berbeda saat berada di tempat umum. Beberapa orang kedapatan memperhatikannya dengan tatapan curiga. Puncaknya terjadi saat dirinya sedang berbelanja di sebuah minimarket. "'Oh, maaf Pak bukan,' saya bilang. 'Ah, bohong' katanya. Saya mah Adit, nama saya Adit kebetulan kan bawa KTP saya tunjukin. 'Oh, hapunten, Kang' katanya, 'Saya kira Akang yang DPO itu soalnya mirip'," ujarnya.

Dia juga sempat kena keplak wanita saat sedang membeli nasi goreng. Ia dikira sebagai DPO. "Itu kemarin sore kalau bapak-bapak. Nah malamnya saya lagi beli nasi goreng sama istri, tiba-tiba dikeplak ibu-ibu. Itu nggak tahu karena apa, tapi tiba-tiba dia pergi aja gitu. Mungkin sangka dia saya DPO juga," katanya sambil tertawa.

Imbauan untuk Warga

Aditya berharap warga lebih berhati-hati dan tidak main hakim sendiri. Ia juga mengimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh kemiripan fisik semata. Kasus ini menjadi pengingat bahwa perburuan buron harus diserahkan kepada aparat berwenang, bukan menjadi ajang aksi warga yang bisa berujung pada kesalahan identitas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga