Iran telah mengirimkan tanggapan terhadap proposal baru Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang pada Senin (18/5/2026). Proposal tersebut disampaikan melalui mediator kedua negara, yaitu Pakistan. Dalam tanggapan tersebut, setidaknya terdapat 14 poin tuntutan yang merupakan revisi dari proposal Iran sebelumnya untuk AS.
Pernyataan Juru Bicara Kemlu Iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengungkapkan bahwa tanggapan Teheran terhadap proposal terbaru AS telah disampaikan kepada pihak Amerika melalui mediator Pakistan. Pernyataan ini dilansir dari Al Jazeera.
Latar Belakang Pertukaran Proposal
Dalam beberapa waktu terakhir, Washington dan Teheran telah saling bertukar proposal di tengah masa gencatan senjata yang berlangsung selama enam minggu. Pertukaran ini merupakan bagian dari upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan damai yang dapat mengakhiri konflik berkepanjangan antara kedua negara.
Proposal baru dari AS sebelumnya telah diserahkan kepada Iran melalui Pakistan sebagai mediator. Iran kemudian mempelajari proposal tersebut dan menyusun tanggapan yang mencakup 14 poin tuntutan. Poin-poin tersebut mencakup berbagai aspek yang menjadi kepentingan nasional Iran, termasuk keamanan, ekonomi, dan politik.
Meskipun isi detail dari tuntutan Iran belum diungkapkan secara resmi, langkah ini menunjukkan keseriusan Teheran dalam mencari solusi diplomatik. Pakistan, sebagai mediator, memainkan peran penting dalam menjembatani komunikasi antara kedua pihak yang selama ini bersitegang.
Gencatan senjata selama enam minggu memberikan kesempatan bagi kedua negara untuk merundingkan perdamaian. Namun, tantangan tetap ada mengingat perbedaan pandangan yang mendasar antara Iran dan AS. Masyarakat internasional menanti perkembangan lebih lanjut dari proses diplomasi ini.



