Dunia Hari Ini: Ledakan di Myanmar Tewaskan 45 Orang, Ebola Diduga Muncul di Brasil
Ledakan Myanmar Tewaskan 45, Ebola di Brasil

Ledakan di Myanmar Tewaskan Puluhan Orang

Ledakan dahsyat di desa Kaungtup, kotapraja Namhkam, Myanmar menewaskan sedikitnya 45 orang pada Minggu, 31 Mei 2026. Peristiwa terjadi sekitar tengah hari dan diduga dipicu oleh bahan peledak yang disimpan di sebuah pertambangan. Sekitar 70 orang lainnya dilaporkan terluka.

Daerah yang terletak sekitar tiga kilometer selatan perbatasan China tersebut berada di bawah kendali Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang, kelompok bersenjata etnis yang kerap terlibat bentrok dengan pemerintah pusat Myanmar. Seorang petugas penyelamat yang tiba di lokasi kejadian mengatakan kepada Associated Press bahwa sebanyak 46 jenazah, termasuk enam anak-anak, telah ditemukan dan segera dikremasi.

Virus Ebola Diduga Muncul di Brasil

Otoritas kesehatan Brasil tengah memantau dua pasien yang diduga terinfeksi Ebola di Sao Paulo dan Rio de Janeiro. Seorang pria berusia 37 tahun asal Republik Demokratik Kongo di Sao Paulo menunjukkan gejala demam dan memenuhi definisi kasus suspek Ebola. Meski tes awal negatif, ia tetap diisolasi di fasilitas penyakit menular khusus sebagai tindakan pencegahan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sementara itu, di Rio de Janeiro, seorang pria asal Uganda mengalami gejala batuk, menggigil, dan diare. Protokol keselamatan telah diaktifkan untuk menangani kasus tersebut.

Pusat Penahanan Imigrasi AS Diduga Langgar HAM

Camp East Montana, pusat penahanan imigrasi di pinggiran El Paso, Texas, dilaporkan menjadi lokasi kematian tiga orang dalam sembilan bulan terakhir. American Civil Liberties Union (ACLU) bersama kelompok lainnya mengajukan gugatan atas nama empat tahanan yang masih ditahan di fasilitas gurun tersebut. Fasilitas ini didirikan di bawah strategi deportasi massal Presiden Donald Trump.

Gugatan menargetkan operator kamp, US Immigration and Customs Enforcement (ICE), dan lembaga induknya, US Department of Homeland Security (DHS). ACLU menyebut gugatan pertama terhadap fasilitas ini bertujuan memperbaiki kondisi bagi lebih dari 2.700 tahanan. Namun, juru bicara DHS membantah tuduhan kondisi tidak manusiawi di kamp tersebut.

Puluhan Kuda Panik Akibat Kembang Api di Roma

Kembang api yang dinyalakan tanpa izin oleh seorang polisi lalu lintas saat latihan parade larut malam di Roma menyebabkan kepanikan di antara puluhan kuda upacara. Sekitar 35 kuda melarikan diri ke Via Cristoforo Colombo yang ramai, terekam oleh sejumlah pengemudi.

Beberapa penunggang terjatuh, termasuk seorang tentara berusia 22 tahun yang mengalami patah tulang rusuk menusuk paru-parunya, namun kondisinya tidak mengancam jiwa. Polisi melaporkan sekitar 15 kuda terluka, tetapi tidak ada yang harus disuntik mati.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga