Kaltim Dinobatkan sebagai Provinsi Pendukung Akselerasi Konektivitas Digital 2026
Apresiasi Konektivitas Digital 2026 yang diselenggarakan oleh Bakti Komdigi dan Detikcom memberikan penghargaan kepada individu, komunitas, dan institusi yang berperan nyata dalam memperkuat konektivitas dan literasi digital di daerahnya. Dalam malam penganugerahan di Hotel Sultan, Jumat (17/4/2026), Provinsi Kalimantan Timur meraih gelar sebagai pemenang Provinsi Pendukung Akselerasi Konektivitas Digital.
Program Gratispol Internet Desa sebagai Kunci Keberhasilan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong akselerasi konektivitas digital melalui Program Gratispol Internet Desa, yang menempatkan internet sebagai infrastruktur dasar setara dengan air dan listrik. Program ini menyediakan internet gratis dan berkualitas di 841 desa dengan menggunakan jaringan fiber optik, BTS seluler, dan satelit untuk mengatasi blank spot, memperkuat pemerintahan desa berbasis digital, mendukung digitalisasi pendidikan dan layanan kesehatan, serta mendorong UMKM dan ekonomi desa.
Hingga saat ini, implementasi program telah menjangkau 94 persen desa. Dukungan anggaran daerah mencapai Rp9 miliar pada 2025 dan disesuaikan menjadi Rp8 miliar pada 2026. Regulasi dalam bentuk draft pergub sedang disusun sebagai pedoman kolaborasi dengan kabupaten/kota, mekanisme penanganan aduan gangguan layanan, pemeliharaan jaringan, serta pengembangan SDM desa.
Dampak Positif dan Tantangan yang Dihadapi
Implementasi internet desa telah mendorong peningkatan layanan digital pemerintahan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kantor desa kini dapat mengakses aplikasi pemerintahan secara daring tanpa harus bergantung pada kecamatan untuk koneksi internet. Masyarakat juga menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kehadiran layanan berbasis satelit seperti Starlink.
Namun, tantangan yang masih dihadapi meliputi kondisi geografis dan keterbatasan pasokan listrik dari PLN di sejumlah desa yang masih menggunakan genset. Percepatan infrastruktur digital di Kalimantan Timur juga dipengaruhi oleh proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), yang mendorong pembangunan kabel serat optik dan menara telekomunikasi secara masif.
Provinsi ini tercatat masuk dalam 10 besar Indeks Daya Saing Digital (EV-DCI) 2025, dengan Indeks Literasi Digital Kalimantan Timur menduduki peringkat ke-3.
Keberlanjutan dan Kolaborasi Ekosistem Digital
Penguatan ekosistem dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak swasta, antara lain Telkomsel, Telkom Indonesia, ICON+, Pasifik Satelit Nusantara, serta APJII Kalimantan Timur. Penyusunan regulasi daerah dan penguatan pedoman teknis diarahkan untuk memastikan keberlanjutan layanan, peningkatan kualitas jaringan, serta pengembangan kapasitas SDM desa dalam pengelolaan layanan internet.
Hingga kini, sudah ada 803 desa yang terpasang jaringan internet, sementara tersisa 38 desa yang belum terjangkau karena kendala infrastruktur, terutama listrik. Pemasangan internet gratis ini difokuskan di kantor desa untuk mendukung pelayanan publik. Program ini mulai berjalan sejak tahun lalu, tepatnya April hingga Desember, dan berhasil menjangkau sebagian besar wilayah.
Target Penyelesaian dan Solusi Inovatif
Sisa 38 desa ditargetkan akan diselesaikan tahun ini melalui anggaran perubahan. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 desa belum memiliki akses listrik, sementara sisanya terkendala akses yang sangat jauh. Untuk desa yang belum memiliki listrik, Pemprov Kaltim menyiapkan solusi melalui penggunaan satelit dan rencana pemanfaatan tenaga surya. Sementara desa yang masih memiliki sinyal namun belum terjangkau fiber optik akan menggunakan sistem wireless.
Program ini tidak hanya menyasar kantor desa. Jika kantor desa sudah memiliki akses internet yang memadai, pemasangan dialihkan ke fasilitas lain seperti sekolah atau puskesmas pembantu. Namun, prinsipnya setiap desa mendapatkan satu titik layanan. Internet gratis ini juga diharapkan tidak hanya digunakan saat jam kerja. Setelah pelayanan publik selesai, jaringan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar melalui akses Wi-Fi.



