PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkominfra) mengambil langkah cepat dalam menangani gangguan pada sistem komunikasi kabel laut (SKKL) rute Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) 1, tepatnya di ruas Tersili-Kauditan. Perbaikan ini bertujuan untuk menjaga keandalan jaringan serta memastikan konektivitas digital di Indonesia tetap optimal.
Identifikasi Gangguan
Gangguan pada sistem kabel laut tersebut terdeteksi melalui adanya anomali pada sistem kelistrikan kabel bawah laut yang mengindikasikan kondisi kebocoran arus atau shunt fault. Berdasarkan analisis teknis yang dilakukan, titik gangguan diperkirakan berada pada segmen antara Branching Unit (BU5) menuju BU3.
Proses Perbaikan Terintegrasi
Penanganan gangguan dilakukan secara terintegrasi, dimulai dari tahap identifikasi dan penentuan titik gangguan, dilanjutkan dengan pelaksanaan perbaikan di lapangan. Tahapan perbaikan meliputi pengangkatan kabel ke permukaan laut, pemotongan pada bagian yang terdampak, serta penyambungan kembali menggunakan kabel pengganti (cable spare).
Standar Operasional dan Keselamatan
Seluruh proses perbaikan dilaksanakan dengan mengedepankan standar operasional serta keselamatan kerja guna memastikan kualitas hasil perbaikan. Upaya ini dilakukan agar kabel laut SMPCS-1 pada ruas Tersili-Kauditan dapat kembali berfungsi secara optimal.
Komitmen Telkominfra
Melalui respons yang cepat serta dukungan kapabilitas teknis yang dimiliki, Telkominfra terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keandalan infrastruktur kabel bawah laut. Perusahaan menargetkan proses perbaikan ini dapat diselesaikan dan sistem kembali beroperasi normal dalam waktu dekat.
Telkominfra juga terus berupaya memperluas jangkauan sinyal internet ke wilayah-wilayah sulit di Indonesia, membuktikan pentingnya peran perusahaan dalam mendukung konektivitas nasional. Inovasi seperti pembangunan BTS ramah lingkungan dari Sabang hingga Merauke menjadi bukti nyata dedikasi Telkominfra dalam menyediakan infrastruktur telekomunikasi yang andal dan berkelanjutan.



