Mata Uang Negara ASEAN: Rupiah, Ringgit, Baht, dan Lainnya
Mata Uang ASEAN: Rupiah, Ringgit, Baht, dan Lainnya

Mata Uang di Setiap Negara ASEAN

Setiap negara di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN umumnya memiliki mata uang sendiri yang digunakan oleh masyarakatnya untuk melakukan berbagai transaksi ekonomi sehari-hari. Sebagai contoh, Indonesia menggunakan rupiah sebagai alat pembayaran resmi. Vietnam memiliki mata uang bernama dong. Kemudian, Thailand memakai baht, sedangkan Malaysia menggunakan ringgit sebagai mata uang nasionalnya. Singapura juga memiliki mata uang sah sendiri, berupa dollar Singapura. Adapun Brunei sama-sama menggunakan dollar, tetapi bernama dollar Brunei.

Keunikan Mata Uang ASEAN

Mata uang masing-masing negara ASEAN memiliki sejarah dan karakteristik yang unik. Rupiah Indonesia, misalnya, telah melalui berbagai perubahan nilai dan desain sejak kemerdekaan. Ringgit Malaysia juga memiliki kisah tersendiri, termasuk saat krisis moneter 1998. Baht Thailand dikenal stabil dan sering menjadi acuan di kawasan. Dong Vietnam mengalami inflasi tinggi di masa lalu, namun kini semakin stabil. Dollar Singapura menjadi salah satu mata uang terkuat di Asia Tenggara, sementara dollar Brunei dipatok setara dengan dollar Singapura.

Penggunaan mata uang yang berbeda ini memudahkan setiap negara dalam mengelola kebijakan moneter dan fiskalnya sendiri. Namun, dalam perdagangan antarnegara ASEAN, seringkali digunakan dollar AS sebagai alat tukar utama. Meski demikian, upaya untuk menggunakan mata uang lokal dalam transaksi bilateral terus didorong, seperti kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dalam penggunaan rupiah dan ringgit.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga
Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram