Pramono Anung Tegaskan Saling Menghargai sebagai Fondasi Utama Persatuan di Tengah Keberagaman
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan tegas menyatakan bahwa sikap saling menghargai merupakan pondasi utama dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan latar belakang yang ada di masyarakat. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri silaturahmi keluarga besar RT 011/RW 016 Pondok Indah yang digelar di The Ballroom Pondok Indah Golf Course, Jakarta Selatan, pada hari Minggu tanggal 19 April 2026.
Komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk Semua Kelompok
"Saya sering mengatakan, ketika diberi amanah menjadi Gubernur Jakarta, maka saya harus menjadi gubernur untuk semua, yaitu untuk semua kelompok, semua agama, dan semua golongan. Karena itu, keberagaman harus terus kita jaga," ujar Pramono Anung, seperti dilaporkan oleh Antara pada hari yang sama. Dia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang dapat memperkuat ikatan persaudaraan dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa acara silaturahmi seperti ini perlu dirawat bersama-sama oleh seluruh warga. "Dalam bingkai halal bihalal, keberagaman justru menjadi kekuatan utama kita sebagai warga Jakarta," jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan aset yang dapat memperkuat kohesi sosial di ibu kota.
Dukungan dari Menteri Bappenas dan Pesan Kebersamaan
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, turut hadir dan menyampaikan rasa syukurnya dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. "Saya bersyukur bisa hadir dalam kegiatan ini. Gagasan menguatkan silaturahmi dalam keberagaman adalah sesuatu yang sangat bermakna. Pondok Indah sudah seperti rumah bagi kami. Selama 40 tahun tinggal di sini, baru kali ini saya benar-benar merasakan silaturahmi yang lintas usia, suku, agama, dan latar belakang," ucap Rachmat.
Rachmat menambahkan bahwa Jakarta harus menjadi ruang yang kondusif bagi warganya untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kebanggaan sebagai satu komunitas yang utuh. "Bersama Pak Pram, warga Pondok Indah dapat merasakan kebanggaan sebagai bagian dari Jakarta. Kebanggaan itu tumbuh dari kebersamaan kita sebagai sesama warga," tandasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya peran pemimpin dalam memfasilitasi interaksi sosial yang inklusif.
Silaturahmi sebagai Perayaan Keberagaman Sepanjang Tahun
Sementara itu, Ketua Panitia acara, Ning Pramono, menyebutkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang halalbihalal dalam rangka Idulfitri 1447 Hijriah, tetapi juga merupakan bentuk perayaan atas keberagaman yang telah dilalui bersama sepanjang tahun. "Ini bukan sekadar halalbihalal, tetapi juga bentuk syukur atas kebersamaan dalam berbagai perayaan, mulai dari Natal, Tahun Baru, Imlek, Nyepi, hingga Paskah," jelas Ning Pramono. Hal ini menunjukkan bahwa silaturahmi dapat menjadi medium untuk merayakan pluralitas budaya dan agama di Jakarta.
Acara silaturahmi tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain:
- Wakil Ketua KPK RI, Agus Joko Purnomo
- Anggota DPRD DKI Jakarta, Ali Suharli
- Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murtado
- Sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat
Kehadiran berbagai elemen masyarakat dan pejabat ini memperkuat pesan bahwa persatuan dan toleransi harus dijaga melalui kolaborasi semua pihak. Dengan demikian, acara ini tidak hanya sekadar pertemuan sosial, tetapi juga momentum untuk memperkuat fondasi persatuan nasional di tingkat akar rumput, khususnya di lingkungan ibu kota yang sarat dengan dinamika keberagaman.



