Rano Karno Jelaskan Faktor Kebudayaan dan Toleransi di Balik Predikat Aman Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan bahwa pendekatan kebudayaan dan toleransi beragama menjadi faktor kunci di balik capaian Jakarta sebagai kota teraman peringkat kedua di Asia Tenggara. Predikat ini diberikan berdasarkan riset Global Residence Index yang dirilis pada 16 Januari 2026.
Analisis Indikator Keamanan Jakarta
Menurut Rano Karno, capaian tersebut tidak semata-mata ditentukan oleh aspek keamanan dan ketertiban masyarakat, melainkan juga indikator lain yang melibatkan nilai-nilai sosial. "Setelah kita analisis, apa sih indikatornya? Indikator yang memang kita bisa tangkap, yaitu kita mulai bergerak membangun kebudayaan dan masuk ke dalam toleransi beragama sehingga Jakarta menjadi aman," kata Rano di Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (12/4/2026).
Politikus PDIP ini mengaku hasil yang dirilis oleh lembaga internasional tersebut turut memberikan kejutan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dia menyatakan, pembangunan budaya dan penguatan toleransi beragama menjadi kunci yang mendorong penilaian positif dari Global Residence Index terhadap ibu kota Indonesia.
Contoh Kegiatan Lintas Agama dan Budaya
Rano Karno mencontohkan berbagai kegiatan lintas agama dan budaya yang berlangsung di Jakarta, mulai dari perayaan Natal hingga halalbihalal setelah Idulfitri. Kegiatan tersebut dinilai sebagai bukti nyata harmoni sosial yang berdampak pada stabilitas Jakarta sebagai kota besar.
- Perayaan Natal yang melibatkan berbagai komunitas
- Halalbihalal pasca-Idulfitri yang dihadiri lintas agama
- Festival kebudayaan di ruang publik yang mempromosikan keragaman
Stabilitas sosial tersebut juga berimplikasi langsung terhadap ketahanan ekonomi Jakarta. Kendati sempat menghadapi tantangan kehilangan dana bagi hasil sebesar Rp15 triliun, ekonomi ibu kota dinilai tetap mampu bertahan karena beragam kegiatan lintas agama.
Dampak Positif terhadap Ekonomi dan Langkah ke Depan
"Bayangin kita berangkat dari kegiatan Natal, kemudian diakhiri dengan kita bikin halalbihalal, fiskal Jakarta itu sampai Rp67 triliun. Luar biasa," ucap Rano Karno. Oleh karenanya, untuk menjaga momentum tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong skema pembiayaan kreatif serta memperbanyak kegiatan budaya dan kesenian di ruang publik.
Rano menegaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga memperkuat fondasi sosial dan ekonomi kota. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program yang mendukung keragaman dan inklusi sosial sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.



