Wali Kota Depok Minta Bibit Tanaman, Bukan Karangan Bunga untuk HUT ke-27
Wali Kota Depok Minta Bibit Tanaman untuk HUT ke-27

Wali Kota Depok Minta Bibit Tanaman, Bukan Karangan Bunga untuk HUT ke-27

Kota Depok akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 pada tanggal 27 April mendatang. Dalam persiapan perayaan ini, Wali Kota Depok, Supian Suri, mengeluarkan imbauan yang tidak biasa. Ia meminta agar tidak ada pengiriman karangan bunga ke Balai Kota Depok, melainkan diganti dengan bibit tanaman atau pohon.

Alasan di Balik Imbauan Unik Ini

Supian Suri menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada evaluasi kegiatan HUT tahun sebelumnya. Menurutnya, karangan bunga yang dikirim dari berbagai pihak, termasuk Forkopimda dan kalangan swasta, seringkali hanya terbuang percuma dan menambah tumpukan sampah. "Kita ganti, kita himbau dengan tanaman apakah itu tanaman buah-buahan atau tanaman tahunan," ujar Supian pada Minggu, 19 April 2026.

Ia menekankan bahwa tujuan utama dari imbauan ini adalah untuk menggerakkan penghijauan di Kota Depok. Dengan mengganti karangan bunga dengan bibit tanaman, ucapan selamat HUT diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat dan lingkungan kota. "Nanti buat peserta upacara atau warga masyarakat yang kebetulan datang ke Balai kota, punya niat, punya halaman, punya ruang yang bisa ditanam, tinggal bawa tanaman yang disiapkan atau yang ada di balai kota dari kontribusi pihak-pihak yang memberikan ucapan selamat buat Kota Depok," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Jenis Bibit Tanaman yang Direkomendasikan

Pemerintah Kota Depok telah mengeluarkan surat himbauan resmi bernomor 400.14.12/214/DLHK/2026 tentang imbauan ucapan selamat HUT ke-27. Dalam surat tersebut, disebutkan tiga jenis pohon yang direkomendasikan untuk dikirimkan, yaitu kamboja bali, tabebuya, dan mahoni. Meskipun demikian, Supian tetap membuka peluang bagi pemberian tanaman jenis lain, asalkan memenuhi ukuran minimal dua meter dengan diameter batang 10 sentimeter.

Menurut Wali Kota, pemberian tanaman dan pohon ini tidak hanya mendukung gerakan penghijauan, tetapi juga dapat mempercepat resapan air saat hujan, sehingga berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Dukungan dari Warga dan Harapan untuk Penghijauan Merata

Salah seorang warga Pancoran Mas, Andi Arfian, mengapresiasi gagasan Pemerintah Kota Depok ini. Ia menyatakan bahwa pengiriman karangan bunga pada acara-acara seringkali hanya menambah beban sampah. "Cukup bagus ya, Depok gerakannya mengurangi sampah, dengan ditiadakan pengiriman karangan bunga, berarti Pemerintah Kota Depok peka akan gerakannya, bukan omon-omon doang," tutur Andi.

Andi juga berharap agar gerakan penghijauan ini tidak hanya terpusat di sekitar Balai Kota atau Jalan Margonda, tetapi dapat merata ke seluruh wilayah Kota Depok. "Biasanyakan yang ditanami pohon di Margonda mulu, kan Depok bukan cuma Margonda aja, tanamin juga pohon di wilayah lain dari Tapos sampai Bojongsari," ujarnya.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Depok berupaya menjadikan perayaan HUT ke-27 sebagai momentum untuk aksi nyata dalam pelestarian lingkungan, sekaligus mengurangi dampak negatif dari tradisi pengiriman karangan bunga.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga