17 Santri Pesantren Bina Insan Mulia Belajar ke New Zealand Selama 10 Hari
17 Santri Bina Insan Mulia Belajar ke New Zealand 10 Hari

Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 resmi memberangkatkan 17 santri untuk mengikuti Program Student Immersion ke New Zealand. Program berlangsung selama 10 hari, mulai Jumat (15/5/2026) hingga Senin (26/5/2026). Program ini menempatkan para santri dalam ekosistem yang berbeda dari keseharian mereka. Tujuannya adalah memperluas wawasan global dan meningkatkan kesiapan santri untuk berkontribusi hingga tingkat internasional.

Pesantren Terbesar di Jawa Barat

Sebagai pesantren terbesar di Jawa Barat dengan total 5.000 santri, Pesantren Bina Insan Mulia setiap tahunnya memberangkatkan ratusan santri ke berbagai negara. Negara tujuan meliputi Malaysia, Singapura, Thailand, China, Rusia, Turki, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, dan negara Eropa lainnya. Melalui program Student Immersion, para santri dibekali pengalaman belajar di kelas, di panggung, kolaborasi, dan observasi untuk memperkuat karakter mereka.

Alasan Pemilihan New Zealand

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, Imam Jazuli, menjelaskan bahwa pemilihan New Zealand sebagai negara tujuan didasarkan pada reputasi sistem pendidikannya yang berkualitas tinggi dan diakui secara internasional. “Pembelajaran di sana menekankan pengembangan berpikir kritis, kemandirian, kolaborasi, serta pembelajaran berbasis pengalaman, sehingga peserta mendapatkan nilai tambah yang signifikan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (27/5/2026). Selain reputasi, agenda yang disepakati selama di New Zealand juga sejalan dengan komitmen Bina Insan Mulia, yakni memastikan proses pembelajaran berdampak nyata. Imam menambahkan, para santri yang mengikuti program Student Immersion juga berperan sebagai duta budaya Indonesia di luar negeri. Mereka merepresentasikan Indonesia dari berbagai aspek dan menampilkan tarian seni budaya di panggung dunia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rangkaian Kegiatan di New Zealand

Untuk mencapai target pembelajaran yang berdampak nyata, para santri Bina Insan Mulia di New Zealand memiliki jadwal kegiatan yang padat dan terukur. Sebelum memasuki lingkungan sekolah formal, para santri diajak menjelajahi wilayah Tauranga yang dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan di Negeri Kiwi. Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi Papamoa, kawasan pantai terpadu yang ramah bagi pelajar internasional sekaligus tempat tinggal komunitas budaya lokal Māori. Edukasi wisata kemudian berlanjut ke Mount Maunganui untuk mengobservasi perpaduan keunikan geologis gunung vulkanik dan kawasan pantai surfing.

Setelah mengenal pusat budaya dan wisata populer di New Zealand, pertukaran pelajar secara resmi dimulai di Whakatāne High School. Kegiatan pembelajaran dibuka dengan sesi tukar wawasan. Pihak sekolah memaparkan kebudayaan New Zealand, sedangkan perwakilan Bina Insan Mulia mempresentasikan budaya Indonesia, diikuti dengan penampilan seni dan diskusi kebudayaan interaktif dari kedua belah pihak. Selanjutnya, Whakatāne High School memberikan kebebasan penuh bagi para santri untuk melebur dalam kegiatan belajar mengajar reguler bersama siswa lokal.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga