HNW Apresiasi Sosialisasi Keuangan Haji Terbesar, Dorong Haji Usia Muda
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menghadiri acara Sosialisasi Keuangan Haji yang diselenggarakan bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kegiatan yang dirangkai dengan Halal Bihalal ini diikuti oleh pimpinan ormas, ulama, generasi muda, dan masyarakat Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Peserta Terbesar dan Pentingnya Literasi Keuangan Haji
Acara yang digelar oleh Jagakarsa Young (Jagyong) Community di Aula ISTN tersebut diikuti lebih dari 750 peserta, menjadikannya sosialisasi keuangan haji dengan peserta terbesar yang pernah dilaksanakan. HNW menekankan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan dana haji, yang pada tahun 2025 telah mencapai lebih dari Rp 180 triliun.
"Alhamdulillah kegiatan sosialisasi keuangan haji ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait posisi dan pengelolaan dana haji," ujar HNW dalam keterangannya, Senin (20/4/2026). Ia menambahkan bahwa hal ini juga memperkuat kepercayaan publik terhadap kelembagaan BPKH, yang telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK sebanyak tujuh kali berturut-turut.
Dorongan untuk Haji Usia Muda dan Pengawasan Masyarakat
HNW berharap sosialisasi ini dapat mendorong lebih banyak masyarakat, termasuk generasi muda, untuk menabung dan merencanakan ibadah haji sejak dini. Ia menyebutkan bahwa mulai tahun ini ada calon jemaah haji termuda berusia 13 tahun dari Kalimantan Barat, yang dimungkinkan akibat perubahan UU Haji yang diusulkan Komisi VIII DPR RI.
Lebih lanjut, HNW menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan haji menjadi krusial di tengah tingginya minat masyarakat untuk berhaji. "Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memahami aspek ibadah, tetapi juga memahami tata kelola keuangan yang menopang keberlangsungan penyelenggaraan haji secara berkelanjutan," jelasnya.
Ia juga mendorong masyarakat umum untuk ikut mengawasi keuangan haji, agar kegiatan haji tetap terlaksana dengan amanah, bermanfaat, dan bebas dari pelanggaran hukum. HNW mengungkapkan bahwa keberadaan BPKH sebagai lembaga pengelola dana haji tidak terkait dengan antrean haji, yang sudah terjadi sejak 2009.
Apresiasi terhadap Komunitas Gen Z dan Budaya Lokal
Pada kesempatan tersebut, anggota DPR RI Fraksi PKS ini mengapresiasi Jagyong Community sebagai komunitas Gen Z yang mampu menyelenggarakan kegiatan penting secara meriah dan edukatif. Kegiatan ini juga mengangkat tema budaya Betawi dengan menghadirkan kesenian gambang kromong, nasyid, ondel-ondel, serta pameran UMKM.
"Alhamdulillah komunitas Gen Z di Jagakarsa, Jagyong Community, berhasil menghadirkan kegiatan dengan sentuhan budaya lokal Betawi yang sangat kental, sehingga suasananya membumi, meriah namun tetap edukatif," ucap HNW. Ia berharap pola semacam ini bisa terus dikembangkan dan menjadi tren di kalangan anak muda.
Harapan untuk Penurunan Biaya Haji dan Penguatan Kelembagaan
HNW berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan literasi keuangan haji dan pengawasan masyarakat. Ia menekankan bahwa sosialisasi yang masif akan membuat masyarakat semakin memahami, percaya, dan siap untuk berhaji.
"Kami di Komisi VIII senantiasa mengawal BPKH agar dapat menyelenggarakan pengelolaan keuangan haji secara amanah dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh jemaah haji dan umat," ungkapnya.
Di sisi lain, HNW juga berharap pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah dapat melaksanakan komitmen menurunkan biaya haji, tanpa membebani jemaah akibat kenaikan harga avtur. "Hal yang sangat diapresiasi oleh masyarakat maupun Komisi VIII DPR RI," pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Anggota Badan Pelaksana BPKH RI Prof. Dr. H.M. Arief Mufraini, Ketua DPC PKS Jagakarsa Nur Arif Hidayat, Anggota DPRD DKI Jakarta Ade Suherman dan Hj. Nabilah Al Habsyi, serta Ketua MUI Jagakarsa KH Sulaeman Rohimin.



