Program Motis DJKA Sukses Lampaui Target, Angkut Ribuan Motor Pemudik
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat atas antusiasme yang luar biasa dalam mengikuti program Motor Gratis (Motis) selama periode Lebaran 2026. Program ini dirancang dengan tujuan strategis untuk mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan dengan mengalihkan pemudik roda dua dari jalan raya ke moda transportasi kereta api yang lebih terjamin keamanannya.
Realisasi Angkutan Mencapai 104,36 Persen dari Target
Menurut keterangan resmi dari Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar, yang disampaikan di Jakarta, program Motis pada Angkutan Lebaran 2026 berjalan dengan sangat lancar dan mendapat sambutan hangat dari publik. Dari total kuota yang disediakan sebanyak 11.900 unit motor, realisasi angkutan berhasil mencapai angka 12.419 unit, atau setara dengan 104,36 persen dari target awal. Pencapaian ini bahkan belum memasukkan angkutan contraflow yang melayani tambahan 1.304 unit motor, meskipun tidak termasuk dalam perencanaan awal.
Arif menegaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi mencerminkan tingginya animo dan kepercayaan masyarakat terhadap program Motis sebagai solusi mudik yang aman, nyaman, dan efisien. "Ke depan, kami berharap kuota program Motis dapat terus ditingkatkan agar manfaatnya dapat semakin luas dirasakan oleh masyarakat," ujarnya dengan penuh optimisme.
Layanan Tiga Lintas Utama dengan Jadwal Teratur
Program Motis 2026 melayani tiga lintas utama yang menjadi jalur mudik favorit, yaitu:
- Lintas Utara: Jakarta Gudang menuju Cepu
- Lintas Tengah: Jakarta Gudang menuju Lempuyangan
- Lintas Selatan: Jakarta Gudang menuju Madiun
Dengan jadwal keberangkatan yang teratur dan terencana, masyarakat memperoleh kepastian waktu serta layanan prima. Sebagai contoh, Kereta Api Motis Selatan berangkat pada pukul 04.50 subuh dari Stasiun Jakarta Gudang, memastikan proses perjalanan yang tepat waktu dan terorganisir.
Evaluasi Menyeluruh untuk Peningkatan Kualitas Layanan
DJKA berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari fase pendaftaran yang berlangsung dari 1 hingga 29 Maret 2026, hingga penyerahan unit motor di stasiun tujuan. Arif mengumumkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi komprehensif terhadap penyelenggaraan MOTIS 2026, mencakup seluruh tahapan operasional:
- Sosialisasi program kepada masyarakat luas
- Proses pendaftaran, baik secara online maupun offline
- Pelayanan di posko-posko pendukung
- Verifikasi data peserta
- Proses pengemasan dan pengangkutan dengan kereta api
- Penyerahan motor di lokasi tujuan akhir
"Masukan dari masyarakat menjadi perhatian utama kami untuk memastikan penyelenggaraan MOTIS ke depan semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan pengguna," tegas Arif, menekankan pentingnya umpan balik dalam perbaikan berkelanjutan.
Sinergi dan Kepatuhan Masyarakat Kunci Keberhasilan
Keberhasilan program Motis 2026 tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah, operator kereta api, mitra pendukung, dan seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, kepatuhan masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam mengikuti prosedur yang ditetapkan turut menyukseskan rencana operasi ini. Program Motis telah membangun tren positif kepercayaan masyarakat selama lebih dari satu dekade, dengan data historis menunjukkan pertumbuhan volume angkutan yang signifikan.
Dimulai dari hanya 827 unit pada tahun 2013, angka tersebut melonjak pesat hingga mencapai puncaknya di 19.141 unit pada 2019, sebelum terdampak pandemi. Meskipun sempat terhenti pada 2021 akibat COVID-19, program Motis segera bangkit dan secara konsisten melayani ribuan pemudik setiap tahunnya, seperti realisasi tahun 2024 yang mencapai 13.132 unit. Peningkatan realisasi pada 2026 hingga menembus 12.419 unit mempertegas komitmen DJKA Kemenhub dalam menghadirkan solusi mudik yang aman dan dinantikan masyarakat.
"Sinergi yang terbangun menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan Motis tahun ini, dan kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang lebih baik di masa mendatang," pungkas Arif, menutup pernyataannya dengan harapan untuk inovasi dan peningkatan berkelanjutan.



