Bahlil Tegaskan Komitmen Pemerintah: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan jaminan ketat mengenai ketersediaan dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Dalam pernyataannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (16/4/2026), ia menegaskan bahwa stok BBM hingga LPG berada dalam kondisi aman dan sesuai dengan standar minimum yang ditetapkan.
"Aman lah. Kita saya sampaikan kepada publik bahwa insyaallah stok kita di atas standar minimum baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman," kata Bahlil dengan penuh keyakinan di hadapan para wartawan. Pernyataan ini disampaikan usai menghadap Presiden Prabowo Subianto untuk membahas berbagai isu strategis sektor energi.
Kebijakan Harga BBM Subsidi Dipertahankan Jangka Panjang
Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah telah mencapai kesepakatan bulat untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi setidaknya hingga akhir tahun 2026. Bahkan, ia menyatakan optimisme bahwa kebijakan ini dapat dipertahankan dalam jangka panjang, dengan harapan doa dari seluruh masyarakat.
"Dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun, insyaallah sampai selama-lamanya, doain," lanjutnya dengan penekanan. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi bagi masyarakat.
Faktor Indonesian Crude Price (ICP) sebagai Penentu
Meski demikian, Bahlil mengakui bahwa kondisi ini masih bergantung pada pergerakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP). Ia menjelaskan bahwa selama harga ICP tetap berada di kisaran aman, yaitu di bawah 100 dolar AS per barel, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih mampu menopang subsidi energi tanpa membebani keuangan negara.
"Ini kan tergantung dengan harga ICP tapi kalau sampai dengan 100 dolar itu sudah aman dalam APBN. Dan sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari 77 dolar," ujarnya. Data ini memberikan gambaran yang positif mengenai kemampuan fiskal pemerintah dalam menjaga subsidi.
Bahlil juga menambahkan bahwa kenaikan harga ICP yang terjadi hingga saat ini masih dalam batas wajar, hanya sekitar 7 dolar, sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan berdampak signifikan pada kebijakan harga BBM. "Jadi kita itu baru split 7 dolar, jadi jangan sampai ada yang menganggap bahwa uang kita dapat dari mana, kita ini baru naik 7 dolar sampai dengan sekarang saya ngomong ya. Makasih ya," tutupnya dengan nada meyakinkan.
Dengan penjelasan ini, pemerintah berupaya memberikan kepastian kepada publik bahwa stok BBM dan LPG aman serta harga BBM subsidi akan tetap stabil, setidaknya dalam waktu dekat, dengan harapan dapat berlanjut selamanya sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.



