Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Usai Ancaman Blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat
Harga minyak dunia mengalami lonjakan tajam hingga sekitar 8 persen dalam perdagangan terkini. Lonjakan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan ancaman blokade terhadap Selat Hormuz, jalur distribusi energi global yang sangat krusial bagi pasar minyak internasional.
Kekhawatiran Pasar Atas Gangguan Distribusi Energi Global
Lonjakan harga minyak ini mencerminkan kekhawatiran mendalam dari para pelaku pasar terhadap potensi terganggunya jalur distribusi energi global. Selat Hormuz dikenal sebagai titik vital bagi lalu lintas minyak dunia, di mana sekitar seperlima pasokan minyak global melewati selat ini setiap harinya.
Data perdagangan terkini menunjukkan bahwa harga minyak mentah Brent sempat menyentuh level 102 dolar AS per barel atau setara dengan sekitar Rp 1,7 juta. Kenaikan signifikan ini terjadi dalam konteks meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Antara pada hari Senin tanggal 13 April 2026.
Dampak Ketegangan Geopolitik Terhadap Pasar Energi
Ketegangan geopolitik yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan Iran telah menciptakan ketidakpastian yang besar di pasar energi global. Ancaman blokade Selat Hormuz oleh Presiden Trump dianggap sebagai langkah yang dapat mengganggu stabilitas pasokan minyak dunia secara keseluruhan.
Para analis pasar memperkirakan bahwa jika ketegangan ini berlanjut, harga minyak berpotensi untuk terus mengalami volatilitas yang tinggi dalam beberapa hari ke depan. Faktor geopolitik seperti ini seringkali menjadi pendorong utama fluktuasi harga komoditas energi di pasar internasional.
Lonjakan harga minyak sebesar 8 persen ini merupakan salah satu kenaikan terbesar yang tercatat dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan sensitivitas pasar terhadap perkembangan politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah. Pasar kini mengawasi dengan cermat setiap perkembangan lebih lanjut dari situasi ini untuk mengantisipasi dampaknya terhadap ekonomi global.



