Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM dalam 2-3 Tahun ke Depan
Presiden Prabowo Subianto dengan tegas menyatakan target ambisius Indonesia untuk menghentikan seluruh impor bahan bakar minyak (BBM) dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang. Pernyataan ini disampaikan saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4/2026).
Sindiran untuk Pihak yang Pesimis terhadap Masa Depan Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo tidak segan menyindir pihak-pihak yang dinilainya masih pesimis dan menggambarkan Indonesia dengan masa depan yang suram. "Yang bilang tidak cerah, yang bilang Indonesia gelap, mungkin matanya yang kurang bagus, ya. Matanya dan hatinya. Ya kita mau diapain ya, orang kalau hatinya tidak tulus, matanya buram, ya Indonesia gelap. Indonesia tidak gelap. Indonesia sangat-sangat cerah," ujar Presiden dengan nada penuh keyakinan.
Prabowo lebih lanjut menegaskan optimisme besar terhadap kebangkitan bangsa. Ia mengibaratkan Indonesia sebagai raksasa yang sedang bangun dari tidur panjang dan siap menunjukkan kekuatannya kepada dunia. "Kita sangat kuat, semakin kuat. Pertumbuhan kita baik. Tahun depan kita akan bikin kejutan untuk seluruh dunia. Indonesia sedang bangkit. This giant is waking up. We will not be anymore the sleeping giant, we are rising," tegasnya.
Rencana Konkret untuk Capai Kemandirian Energi
Untuk mewujudkan target stop impor BBM, Prabowo mengungkapkan sejumlah langkah strategis yang akan segera dijalankan pemerintah. Rencana utama meliputi:
- Penutupan 13 unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang saat ini masih dioperasikan oleh PLN.
- Pelaksanaan program elektrifikasi masif sebesar 100 gigawatt, yang ditargetkan dapat tercapai dalam dua tahun ke depan.
"Saya sudah putuskan dan akan kita jalankan program elektrifikasi 100 Gigawatt. 100 Gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai dalam dua tahun. Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar. Tidak," jelas Prabowo dengan penuh tekad. "Dengan itu kita akan tutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah yang di PLN, akan kita tutup," tambahnya.
Dampak Positif bagi Penghematan Impor BBM
Langkah penutupan 13 PLTD ini diproyeksikan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan ketergantungan impor BBM. Prabowo mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari. Dengan penutupan PLTD, diperkirakan dapat menghemat hingga 20 persen dari total kebutuhan impor BBM dalam negeri.
"Dengan kita tutup PLTD, kita menghemat langsung 20 persen. Dan dengan nanti 100 Gigawatt, kita juga akan menghemat sangat-sangat besar," papar Presiden. Ia meyakini bahwa kombinasi kebijakan ini akan mengantarkan Indonesia pada kemandirian energi yang sejati, sehingga bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa bergantung pada pasokan dari luar negeri.
Prabowo menegaskan kembali keyakinannya bahwa Indonesia memiliki segala potensi dan kekuatan untuk mencapai target tersebut. "Mungkin kita dua-tiga tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali. Kita punya kekuatan besar. Kita sungguh-sungguh kita akan mandiri, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri," tutupnya dengan optimisme yang menggebu.



