Mexico City Alami Penurunan Tanah Tercepat di Dunia, Terdeteksi dari Luar Angkasa
Penurunan Tanah Mexico City Terdeteksi dari Luar Angkasa

Salah satu kota terbesar di dunia, Mexico City, kini menghadapi ancaman serius berupa penurunan permukaan tanah yang sangat cepat. Fenomena ini bahkan dapat terdeteksi dari luar angkasa. Data terbaru dari sistem radar canggih milik NASA menunjukkan beberapa bagian kota mengalami penurunan (subsidence) lebih dari 0,5 inci atau sekitar 1,2 cm per bulan.

Laju Penurunan yang Mengkhawatirkan

Dalam periode tertentu, laju penurunan mencapai sekitar 0,8 inci (lebih dari 2 cm) per bulan. Angka ini setara dengan lebih dari 9,5 inci atau hampir 24 cm per tahun. Fenomena ini menjadikan Mexico City sebagai salah satu ibu kota dengan laju penurunan tanah tercepat di dunia.

Data tersebut dilaporkan oleh CNN pada Selasa (5/5/2026). Pengukuran dilakukan menggunakan radar canggih yang memungkinkan deteksi perubahan permukaan tanah secara presisi. Penurunan tanah di Mexico City telah menjadi perhatian para ilmuwan dan pemerintah setempat karena dampaknya yang signifikan terhadap infrastruktur dan kehidupan warga.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyebab dan Dampak

Penurunan tanah di Mexico City terutama disebabkan oleh ekstraksi air tanah yang berlebihan. Kota yang dibangun di atas bekas danau ini memiliki tanah yang lunak dan mudah memadat ketika air diambil. Akibatnya, permukaan tanah turun secara perlahan namun terus-menerus. Dampak dari penurunan ini meliputi kerusakan bangunan, jalan retak, dan meningkatnya risiko banjir.

Para ahli memperingatkan bahwa jika tidak ditangani, laju penurunan tanah dapat semakin parah. Langkah-langkah mitigasi seperti pengelolaan air tanah yang lebih baik dan pengurangan pemompaan air perlu segera dilakukan untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga