Polres Serang Bangun Jembatan Gantung Baru untuk Gantikan Jembatan Bambu yang Hanyut
Polres Serang Bangun Jembatan Ganti yang Hanyut Gegara Banjir

Polres Serang Bangun Jembatan Gantung Baru untuk Gantikan Jembatan Bambu yang Hanyut

Polres Serang telah memulai pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Kampung Sadea, Desa Pasir Buyut, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten. Jembatan ini dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang terbuat dari bambu dan kayu, yang sempat hanyut akibat banjir luapan Sungai Cibeureum.

Dukungan Polri untuk Infrastruktur dan Masyarakat

Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program Pemerintah Republik Indonesia dalam percepatan pembangunan infrastruktur. "Pembangunan jembatan ini adalah bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya dalam menyediakan fasilitas yang menunjang aktivitas ekonomi dan sosial," kata Andri pada Kamis, 16 April 2026.

Jembatan lama di Kampung Sadea telah ada sejak masa penjajahan Belanda dan dibangun secara sederhana menggunakan bambu dan kayu. Hingga kini, jembatan tersebut masih digunakan sebagai akses vital masyarakat. Namun, banjir luapan Sungai Cibeureum menyebabkan jembatan itu hanyut, memutus akses antara Kampung Sadea dengan Kampung Cidahu dan Kampung Pasir Buyut, serta menghambat aktivitas warga, termasuk anak-anak yang hendak bersekolah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Spesifikasi dan Anggaran Pembangunan

Jembatan baru akan dibangun dengan konstruksi gantung berbahan baja sepanjang 26 meter dan lebar 1,2 meter. Proyek ini didanai melalui anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp260 juta, dengan waktu pengerjaan selama 70 hari, dimulai dari 15 April hingga 23 Juni 2026.

Harapan Baru untuk Aksesibilitas dan Kesejahteraan

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan harapan baru bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan. "Pembangunan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi juga investasi strategis bagi masa depan anak-anak Indonesia agar dapat mengakses pendidikan dengan lebih aman, mudah, dan layak," ujar Hengki.

Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat mengatasi masalah akses yang selama ini dialami oleh warga Kampung Sadea dan sekitarnya, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial di daerah tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga