Kemensos Siapkan Lulusan Sekolah Rakyat Jadi Caregiver di Jepang Lewat Kerja Sama
Kemensos Siapkan Lulusan Sekolah Rakyat Jadi Caregiver di Jepang

Kemensos Buka Peluang Kerja Sama Kirim Lulusan Sekolah Rakyat ke Jepang sebagai Caregiver

Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) sedang menjajaki kerja sama strategis dengan Regiono Group, sebuah lembaga asal Jepang yang berfokus pada pendidikan dan perawatan kesehatan. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyiapkan calon tenaga kerja caregiver yang akan dikirim ke Jepang, dengan sasaran utama para lulusan sekolah rakyat dan penerima bantuan sosial (bansos).

Program Graduasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah permanen dalam mendukung program graduasi Kemensos. "Dari keluarga miskin, kita latih sebagai caregiver. Harapannya, ini bisa menjadi kerja sama yang strategis dan berkelanjutan," ujar Agus dalam keterangan tertulis pada Senin, 13 April 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Agus menerima kunjungan CEO Regiono Group, Nakashima Yasuharu, di Kantor Kemensos di Jakarta Pusat. Regiono Group sendiri beroperasi di kota Fukuyama dan Hiroshima, Jepang, dengan spesialisasi dalam perawatan orang tua dan anak-anak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kurikulum Sekolah Rakyat Disiapkan untuk Kebutuhan Kerja

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo, menjelaskan bahwa kurikulum di sekolah rakyat telah dirancang untuk melatih dan mengembangkan bakat siswa, sehingga mereka siap bekerja setelah lulus. "Kami memiliki banyak sekolah rakyat di kabupaten dan kota. Di situlah anak-anak disiapkan menjadi caregiver," kata Supomo.

Lebih lanjut, Supomo menambahkan bahwa bagi lulusan yang tidak ingin melanjutkan kuliah, kurikulum akan difasilitasi agar mereka langsung dapat bekerja. "Setelah lulus, mereka sudah bisa berangkat ke Jepang," sambungnya.

Target 400 Caregiver dan Dukungan Stakeholder

CEO Regiono Group, Nakashima Yasuharu, mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, pihaknya membutuhkan sekitar 400 caregiver untuk bekerja di Jepang. Para tenaga kerja ini akan bertugas di panti sosial, merawat anak dan orang tua dengan jadwal kerja 5 hari seminggu selama 8 jam per hari. Nakashima menyatakan bahwa tenaga kerja asal Indonesia sangat membantu masyarakat Jepang.

Untuk memperluas peluang, Kemensos juga berencana melibatkan stakeholder lain, seperti Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). "Kerja sama dengan banyak lembaga akan membuka lebih banyak kesempatan bagi warga yang membutuhkan pekerjaan," kata Supomo.

Prospek Besar dan Dampak Positif

Agus Jabo Priyono menekankan bahwa kolaborasi ini tidak hanya menyediakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat program graduasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan potensi transfer caregiver dari Indonesia ke Jepang yang dinilai besar, diharapkan kerja sama ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga