Desa Cikeas Bangun Identitas Wisata Lewat Program Desa BRILiaN BRI
Desa Cikeas Bangun Wisata Lewat Program BRILiaN BRI

Jakarta - Desa Cikeas yang terletak di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, secara bertahap membangun identitasnya sebagai destinasi wisata desa. Langkah ini diambil untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Upaya tersebut semakin diperkuat dengan partisipasi dalam program Desa BRILiaN 2025, sebuah inisiatif yang mendorong digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang peternakan ayam petelur.

Awal Mula Keterlibatan dalam Program Desa BRILiaN

Kisah keterlibatan Desa Cikeas dalam program Desa BRILiaN bermula ketika pihak BRI melakukan kunjungan dan melihat potensi besar desa ini dalam pengembangan digitalisasi UMKM. Tawaran untuk bergabung dalam program tersebut disambut dengan antusias oleh pemerintah desa, karena mereka sangat membutuhkan wadah untuk memperkuat identitas desa. Setelah menerima tawaran, Pemerintah Desa Cikeas segera bergerak cepat untuk memenuhi semua persyaratan kepesertaan. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah pembukaan rekening BRI atas nama BUMDes.

"Lalu, setelahnya kita ikutin tahapan-tahapannya. Mulai dari tahapan formalnya seperti administrasi pendaftaran dan lain-lain. Lalu tahapan pelatihannya, tiap hari," ujar Kaur Perencanaan Desa Cikeas, Hasan Sadili, saat ditemui di Kantor Desa Cikeas, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa (19/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pelatihan Intensif Selama Dua Pekan

Pelatihan dalam program Desa BRILiaN berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Selama periode tersebut, aparat desa diperkenalkan dengan berbagai produk BRI dan mendapatkan pelatihan mengenai pengembangan UMKM serta manajemen BUMDes. Materi pelatihan mencakup strategi pemasaran digital, pencatatan keuangan, dan optimalisasi sumber daya desa.

Meskipun Desa Cikeas tidak berhasil masuk hingga tahap nominasi, semangat untuk melanjutkan program digitalisasi UMKM tidak pernah padam. Pemerintah desa tetap melanjutkan inisiatif yang telah digagas sebelumnya, dengan fokus pada pendampingan agar produk UMKM dapat masuk ke dalam ekosistem Google. Dengan demikian, ketika seseorang mencari UMKM tertentu, nama usaha tersebut akan muncul di hasil pencarian Google.

Digitalisasi UMKM: Dari Google hingga E-commerce

Program digitalisasi UMKM di Desa Cikeas mencakup berbagai aspek. Selain mendaftarkan usaha ke Google, para pelaku UMKM juga dibimbing untuk membuat akun Instagram dan mendaftar di aplikasi layanan pengantaran makanan. Bagi mereka yang bergerak di bidang non-makanan, pengenalan dilakukan terhadap aplikasi e-commerce. "Itu supaya pasar mereka ini nggak hanya terfokus di Desa Cikeas, tapi juga bisa keluar, untuk memperluas atau ekspansi pasarnya," jelas Hasan.

Setelah mengikuti program Desa BRILiaN, digitalisasi UMKM terus dikembangkan. Kini, Desa Cikeas telah memilih 20 UMKM dari sekitar 200 pelaku usaha yang terdaftar untuk mendapatkan pelatihan khusus mengenai penjenamaan (branding) dan pengepakan (packaging). Program ini dinamakan "Pasar Raya UMKM Desa Cikeas". Sebagian besar UMKM di desa ini bergerak di bidang makanan, terutama makanan berbahan dasar tepung. Berkat program digitalisasi, warga semakin melek teknologi dan jangkauan pasar produk mereka semakin luas.

Dukungan Penuh dari BRI

Hasan menambahkan bahwa UMKM di Desa Cikeas mendapat dukungan penuh dari BRI. Menurutnya, BRI menjadi layanan perbankan yang paling mudah dijangkau oleh para pelaku UMKM. "Rata-rata UMKM Desa Cikeas ini untuk pengembangan bisnis atau usahanya itu melalui KUR BRI," kata Hasan. Kemudahan akses perbankan ini sangat membantu masyarakat. Kehadiran agen BRILink di kawasan Desa Cikeas juga memudahkan warga yang tidak memiliki akses ke ATM. "Ada BRILink juga. Jadi orang kalau nggak ada akses ke ATM, ya bisa di situ. Menabung juga bisa di situ," imbuhnya.

BUMDes Ayam Petelur Semakin Produktif

Dampak keikutsertaan dalam program Desa BRILiaN juga terlihat pada pengelolaan BUMDes. Kini, BUMDes Cikeas mulai fokus mengembangkan usaha di sektor ayam petelur. "Kalau kami kan ikut Desa BRILiaN tuh dari Juli-Agustus. Dan BUMDes itu mulai start di Oktober 2025," ujar Hasan. Saat ini, total ada 10 orang pengurus beserta pegawai yang terlibat dalam pengelolaan usaha ayam petelur. Sejak Februari 2026, usaha tersebut mulai berkembang lebih produktif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Usaha ayam petelur ini menghasilkan omzet Rp 1 juta per hari, dengan keuntungan bersih mencapai Rp 10 juta per bulan. Keuntungan tersebut diputar kembali oleh BUMDes untuk pengembangan usaha. Sebanyak 25 persen dari keuntungan disetorkan sebagai kontribusi untuk Pendapatan Asli Desa (PADes). Setiap harinya, produksi telur bisa mencapai 40 hingga 70 kilogram. Telur-telur tersebut biasanya dibeli oleh pelaku UMKM setempat. "Jadi kadang-kadang orang luar mah enggak dapat. Karena habis, gitu," imbuh Hasan.

Target Menjadi Desa Wisata

Ke depan, Desa Cikeas ditargetkan untuk menjadi desa wisata. Berbagai potensi desa, mulai dari perkebunan hingga peternakan, akan ditingkatkan demi menggerakkan perekonomian masyarakat. "Harapannya mulai tahun 2026 ini kami bisa mengelola ekosistem wisata di Desa Cikeas. Sehingga bisa terarah. Supaya bisa mendatangkan wisatawan-wisatawan dari luar ke sini menikmati desanya. Sehingga warga masyarakat secara ekonomi itu akan terbantu," ujar Hasan.

Harapan dari BRI

Sementara itu, Mantri BRI Unit Cimahpar, Win Zikra, menyampaikan bahwa ekosistem BRI telah masuk ke Desa Cikeas, mulai dari bantuan permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga program Desa BRILiaN. Program yang dijalankan BRI ini bertujuan untuk membantu usaha produktif masyarakat. Edukasi mengenai digitalisasi UMKM juga terus dilakukan, termasuk mendorong penggunaan BRImo untuk memberikan kemudahan dalam layanan perbankan. "Hal itu agar ke depan kerja sama antara desa dan perbankan itu berjalan lebih baik," kata Win.

Win, yang sudah memegang wilayah Desa Cikeas sejak 2024, melihat perkembangan signifikan terkait ekosistem digital perbankan. Salah satu momentum perkembangannya adalah saat Desa Cikeas mengikuti program pembinaan Desa BRILiaN. "Jadi ada program-program yang memang untuk saling mendukung dari BRI sama desa," kata Win. Ia berharap kerja sama antara BRI dan Desa Cikeas semakin erat ke depannya. Lewat bantuan permodalan yang disalurkan BRI, usaha warga di Cikeas diharapkan terus berkembang. "Harapannya Desa Cikeas kerja sama yang lebih baik lagi dalam sektor permodalan, edukasi digital, dan program-program BRI terbaru yang bisa kami sampaikan ke UMKM di Desa Cikeas," tutup Win.