Populasi Ikan Sapu-Sapu Meledak, Wali Kota Jakpus Janji Penangkapan Rutin Tiap Jumat
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menyatakan komitmennya untuk melakukan penangkapan rutin ikan sapu-sapu di Kali Cideng setiap hari Jumat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ledakan populasi ikan invasif tersebut, yang dinilai mengancam ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat.
Edukasi Warga Jadi Kunci Pengendalian
Menurut Arifin, operasi penangkapan harus dibarengi dengan edukasi intensif kepada warga sekitar. Ikan sapu-sapu yang hidup di perairan tercemar seperti kali tidak layak konsumsi karena terpapar berbagai limbah berbahaya. Ia menekankan, kegiatan ini akan melibatkan seluruh elemen masyarakat secara berkelanjutan selama populasi masih tinggi.
Bahaya Ikan Sapu-Sapu bagi Lingkungan dan Kesehatan
Kepala Seksi Perikanan Jakarta Pusat, Sigit Indriatno, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang seharusnya hanya dipelihara sebagai hiasan akuarium. Ledakan populasi terjadi akibat kebiasaan masyarakat membuang ikan ini ke perairan bebas setelah ukurannya membesar. Sigit memaparkan beberapa risiko serius:
- Ikan sapu-sapu memakan telur ikan lain, sehingga mengurangi keanekaragaman hayati.
- Hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan bakteri berbahaya seperti E. Coli dan Salmonella, serta kadar logam berat di atas rata-rata, yang dapat merusak organ manusia seperti ginjal dan hati jika dikonsumsi.
- Ikan ini merusak struktur sungai dengan membuat lubang hingga lebih dari 1 meter saat bertelur, menyebabkan dinding sungai keropos.
Hasil Tangkapan Mencapai 6,98 Ton dalam Satu Hari
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat keberhasilan signifikan dalam operasi penangkapan serentak di lima wilayah kota pada Jumat (17/4/2026). Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengungkapkan bahwa total tangkapan mencapai 68.880 ekor dengan berat 6.979,5 kilogram atau setara 6,98 ton. Jakarta Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 5,3 ton ikan sapu-sapu, terutama dari Pintu Air Outlet Setu Babakan di Jagakarsa, karena perairannya luas dan populasinya tinggi berdasarkan laporan masyarakat.
Rincian hasil tangkapan dari wilayah lain:
- Jakarta Timur: 4.128 ekor (825,5 kg) dari 10 titik kecamatan.
- Jakarta Pusat: 536 ekor (565 kg) dari tujuh titik kecamatan.
- Jakarta Utara: 545 ekor (271 kg) dari Saluran PHB RW 06, Kelapa Gading.
- Jakarta Barat: 71 ekor (17 kg) dari Kali Anak TSI, Cengkareng, sebagai wilayah dengan tangkapan paling sedikit.
Operasi ini dilaksanakan dari pukul 7.30 hingga 11.00 WIB, menunjukkan skala upaya pengendalian yang masif. Pihak berwenang berharap, dengan penangkapan rutin dan kesadaran masyarakat, populasi ikan sapu-sapu dapat dikurangi secara bertahap untuk melindungi lingkungan dan kesehatan publik di Jakarta.



