Tim SAR Hentikan Pencarian Mahasiswa Unika Medan yang Tenggelam di Danau Toba
SAR Hentikan Pencarian Mahasiswa Tenggelam di Danau Toba

Operasi Pencarian Mahasiswa Unika Medan di Danau Toba Resmi Dihentikan Setelah Tujuh Hari

Tim SAR gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Christoper Rustam Muda Dua, seorang mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Medan yang juga calon pastor, yang dilaporkan tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Penghentian ini dilakukan pada hari ketujuh, sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku, setelah berbagai upaya intensif tidak berhasil menemukan korban.

Alasan Penghentian Berdasarkan SOP dan Undang-Undang

Kepala Seksi Humas Polres Toba, Ipda Khairudin Sukriyatno, menjelaskan bahwa keputusan untuk menghentikan pencarian didasarkan pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 Pasal 34 tentang Pencarian dan Pertolongan. Aturan tersebut menyatakan bahwa operasi pencarian dapat dihentikan jika telah berlangsung selama tujuh hari tanpa membuahkan hasil. "Hari ini, hari ketujuh, pencarian korban dihentikan oleh petugas gabungan. Korban belum juga ditemukan," ujar Khairudin, seperti dilaporkan pada Jumat (17/4/2026).

Upaya Intensif Selama Proses Pencarian

Selama tujuh hari tersebut, tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi telah melakukan serangkaian upaya komprehensif untuk menemukan Christoper. Mereka menyisir permukaan Danau Toba di sekitar lokasi terakhir korban terlihat, dengan fokus pada area Air Terjun Situmurun. Petugas juga melakukan penyelaman hingga kedalaman 50 meter untuk memeriksa dasar danau. Selain itu, pemantauan dari udara menggunakan drone dilakukan di sepanjang 1,4 kilometer di sekitar lokasi kejadian, mencakup area sejauh 900 meter ke arah Desa Hutanamora dan 500 meter ke arah Desa Jonggi Nihuta. "Namun, tidak ada tanda-tanda korban mengapung di permukaan danau," tegas Khairudin.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Kejadian Tenggelamnya Mahasiswa

Insiden ini berawal pada Sabtu (11/4/2026), ketika rombongan mahasiswa Unika Medan yang berjumlah 60 orang, bersama seorang pendamping yaitu Romo RD Ngadiono, melakukan rekreasi ke Air Terjun Situmurun. Mereka baru saja menyelesaikan kegiatan rekoleksi frater di Silimalombu, Samosir, dan menggunakan kapal penumpang KM Sibole-Bole 01 untuk menuju lokasi. Setibanya di Air Terjun Situmurun, rombongan langsung berenang di sekitar area tersebut. Hanya dalam waktu 20 menit, Christoper dilaporkan sudah tidak terlihat lagi oleh rekan-rekannya, memicu kepanikan dan upaya pertolongan awal sebelum tim SAR diterjunkan.

Kejadian ini menyoroti pentingnya keselamatan di kawasan wisata perairan, terutama di Danau Toba yang dikenal memiliki kedalaman dan arus yang berpotensi berbahaya. Meskipun pencarian telah dihentikan, pihak berwajib tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan mematuhi protokol keamanan saat beraktivitas di sekitar danau. Keluarga dan teman-teman Christoper diharapkan dapat menerima keputusan ini dengan bijak, sementara otoritas setempat akan terus memantau perkembangan lebih lanjut terkait insiden tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga