Rupiah Tembus Rp 17.669 per Dolar AS, Sentimen Eksternal dan Domestik Tekan
Rupiah Tembus Rp 17.669 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus mengalami pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Pada Senin, 18 Mei 2026, mata uang Garuda bahkan menyentuh level Rp 17.669 per dolar AS.

Faktor Pelemahan Rupiah

Pelemahan rupiah tersebut dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang menekan aset-aset berisiko di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Faktor eksternal seperti kebijakan moneter AS dan ketidakpastian global turut memberikan tekanan.

Dampak Domestik

Di sisi domestik, kondisi fundamental ekonomi Indonesia juga menjadi perhatian. Pelemahan ini mengingatkan publik pada krisis moneter yang pernah terjadi pada akhir 1990-an, ketika nilai tukar rupiah sempat anjlok hingga menembus level Rp 17.000 per dolar AS pada masa reformasi setelah runtuhnya Orde Baru.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Meskipun demikian, pemerintah dan Bank Indonesia terus memantau perkembangan dan mengambil langkah-langkah stabilisasi untuk menjaga kepercayaan pasar. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh spekulasi yang tidak berdasar.

Analis memperkirakan bahwa volatilitas rupiah masih akan berlanjut dalam jangka pendek, tergantung pada perkembangan global dan kebijakan domestik. Investor disarankan untuk mencermati pergerakan pasar dan melakukan diversifikasi portofolio.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga