Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) secara resmi mengonfirmasi adanya kasus penularan flu burung H5N1 dari kucing ke manusia. Temuan ini didasarkan pada sebuah studi yang dilakukan dalam rentang waktu November 2024 hingga Januari 2025, yang kemudian dipublikasikan pada 7 Mei 2026.
Temuan Studi CDC
Dalam pernyataannya, CDC mengungkapkan bahwa hasil studi tersebut memberikan bukti serologis yang menunjukkan kemungkinan terjadinya penularan virus influenza A subtipe H5N1 dari hewan peliharaan, khususnya kucing, kepada manusia. Temuan ini menjadi perhatian serius karena sebelumnya penularan flu burung lebih banyak dikaitkan dengan kontak langsung antara manusia dan unggas yang terinfeksi.
Implikasi dan Kekhawatiran
Dikutip dari People pada Kamis, 14 Mei 2026, infeksi flu burung yang ditularkan dari kucing ke manusia ini memicu kekhawatiran baru terkait potensi penularan virus tersebut. Para ahli kesehatan masyarakat kini mulai mempertimbangkan risiko penularan yang lebih luas, mengingat kucing merupakan hewan peliharaan yang sering berinteraksi erat dengan manusia. Hal ini menekankan pentingnya kewaspadaan dan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan zoonosis.
Studi ini menambah bukti bahwa virus H5N1 memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan menular antar spesies, yang memerlukan pemantauan ketat oleh otoritas kesehatan global.



