Di Usia 61 Tahun, Saya Dipanggil untuk Berakting oleh Sutradara 19 Tahun
"Camera... action!" Perintah itu meluncur dengan ringan, hampir seperti sebuah permainan anak-anak. Namun bagi saya yang telah menginjak usia 61 tahun, sebuah fase kehidupan yang oleh banyak orang dianggap sebagai masa menghitung sisa waktu, justru menjadi momen dipanggil untuk memulai sesuatu yang sama sekali tidak pernah saya rencanakan sebelumnya.
Pengalaman Tak Terduga di Ruang Warmindo
Di dalam ruang warmindo kecil yang dengan kreatif disulap menjadi set film pada tanggal 16 hingga 17 April 2026, saya berdiri tegak di depan kamera profesional. Suasana hangat khas warung makan tradisional itu berubah total menjadi atmosfer produksi sinematik yang serius namun penuh semangat muda.
Yang membuat pengalaman ini semakin luar biasa adalah sosok di balik kamera tersebut. Bukan sineas profesional berpengalaman puluhan tahun, melainkan anak-anak muda berusia 19 tahun yang lahir di tahun 2007. Mereka adalah generasi yang bahkan mungkin belum sepenuhnya memahami kompleksitas arti waktu dalam kehidupan, namun sudah memiliki keberanian yang luar biasa untuk mengarahkan dan membimbing hidup orang lain melalui lensa kamera.
Dinamika Antar Generasi di Dunia Perfilman
Ada dinamika unik yang tercipta dalam proses kreatif ini. Di satu sisi, saya dengan segala pengalaman hidup selama enam dekade lebih, dan di sisi lain, para sutradara muda dengan visi segar dan pendekatan yang berbeda terhadap seni perfilman. Mereka membawa energi baru, teknik pengambilan gambar yang modern, dan perspektif kontemporer yang menyegarkan.
Interaksi antara generasi yang terpaut jauh ini menciptakan kolaborasi yang menarik. Saya belajar untuk terbuka terhadap arahan-arahan teknis dari mereka yang usianya bisa jadi cucu saya, sementara mereka mungkin mendapatkan wawasan tentang kedalaman emosi dan pengalaman hidup yang hanya bisa didapat dari seseorang yang telah melewati berbagai fase kehidupan.
Refleksi tentang Waktu dan Kesempatan
Pengalaman ini mengajarkan bahwa usia tidak pernah menjadi penghalang untuk memulai hal baru. Justru di masa ketika banyak orang berpikir tentang pensiun dan ketenangan, saya justru mendapatkan kesempatan untuk menjelajahi dunia akting yang sama sekali asing bagi saya sebelumnya.
Para sutradara muda ini, dengan segala keberanian dan idealisme mereka, mengingatkan saya bahwa seni tidak mengenal batas usia. Mereka melihat potensi di dalam diri saya yang mungkin tidak saya sadari sendiri, dan dengan penuh keyakinan mengajak saya untuk berbagi cerita melalui medium film.
Proses syuting selama dua hari itu bukan sekadar tentang membuat film, tetapi lebih tentang pertukaran nilai antara generasi, tentang bagaimana seni bisa menyatukan orang-orang dari latar belakang dan usia yang berbeda, dan tentang keberanian untuk mencoba hal baru di usia berapapun.



