Ibu Tewas Dibunuh Anak Tiri di Tangerang, Pelaku Ditangkap dalam 24 Jam
Sebuah tragedi mengerikan terjadi di Kabupaten Tangerang, Banten, ketika seorang ibu berinisial W (45) ditemukan tewas di rumahnya. Korban dibunuh oleh anak tirinya sendiri, NS (25), dalam insiden yang mengguncang warga setempat. Kasus ini berhasil diungkap dengan cepat oleh aparat kepolisian.
Korban Ditemukan Tewas dengan Luka di Kepala
Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Jumat (17/4/2026) sore di Kampung Babakan, Binong, Curug, Kabupaten Tangerang. Suaminya yang menemukan jasad tersebut melaporkan adanya luka serius di bagian kepala. Menurut keterangan resmi dari kepolisian, korban mengalami kekerasan dengan benda tumpul yang mengakibatkan pendarahan hebat.
"Adanya kekerasan benda tumpul di kepala yang menyebabkan pendarahan," jelas Kasat Reskrim Polres Metro Tangsel, AKP Wira Graha, saat dikonfirmasi oleh wartawan pada Minggu (19/4/2026). Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa pelaku menggunakan palu dan pisau sebagai alat untuk membunuh korban. Motif di balik kejadian ini masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak berwajib.
Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam Setelah Kejadian
Dalam waktu yang sangat singkat, kurang dari 24 jam setelah kejadian, pelaku berhasil diamankan oleh tim kepolisian. Penangkapan dilakukan pada Sabtu (18/4/2026) pukul 05.00 WIB di daerah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten. AKP Wira Graha menegaskan bahwa pelaku adalah anak tiri korban, yang mengkonfirmasi hubungan keluarga dalam kasus ini.
"Betul (pelaku anak tiri korban), sudah kami tangkap pelakunya kemarin jam 5 pagi di daerah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang," ujarnya. Penangkapan cepat ini menunjukkan kesigapan aparat dalam menangani kasus kriminal yang melibatkan kekerasan dalam rumah tangga.
Ancaman Hukum yang Dihadapi Pelaku
Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 458 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. Pasal ini mengatur tentang pembunuhan berencana, yang menunjukkan tingkat keseriusan kejahatan ini. Proses hukum sedang berjalan untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Kasus ini menyoroti pentingnya penanganan konflik dalam keluarga dan pencegahan kekerasan domestik. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan melaporkan setiap indikasi kekerasan kepada pihak berwenang. Polisi juga terus mendalami motif pelaku untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.



