New Found Glory Batal Tampil di Hammersonic 2026, Band AS Minta Maaf
Grup band asal Amerika Serikat, New Found Glory, secara resmi mengumumkan pembatalan penampilannya dalam gelaran Hammersonic 2026. Pengumuman ini disampaikan melalui akun Instagram resmi mereka baru-baru ini, mengejutkan banyak penggemar yang telah menantikan aksi panggung band tersebut di festival musik tahunan tersebut.
Pengumuman Resmi dan Permintaan Maaf
Dalam pernyataan yang dikutip pada Senin (13/4/2026), New Found Glory menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para penggemar Hammersonic. Mereka menulis, "Para penggemar Hammersonic yang terhormat. Sangat mematahkan hati kami untuk mengumumkan bahwa, karena keadaan di luar kendali kami, New Found Glory sayangnya tidak akan dapat tampil di Hammersonic 2026 di Jakarta Mei ini." Pernyataan ini menegaskan bahwa pembatalan ini disebabkan oleh faktor-faktor eksternal yang tidak dapat dihindari oleh band.
Band ini juga menekankan bahwa keputusan ini diambil dengan berat hati, mengingat antusiasme dan dukungan yang selalu diberikan oleh penggemar setia mereka di Indonesia. Meskipun belum dijelaskan secara rinci mengenai alasan spesifik di balik pembatalan ini, New Found Glory memastikan bahwa mereka berkomitmen untuk kembali tampil di masa depan jika ada kesempatan.
Dampak terhadap Festival Hammersonic 2026
Pembatalan ini tentu menjadi berita yang mengecewakan bagi para penggemar musik, terutama yang telah membeli tiket atau merencanakan kehadiran mereka di Hammersonic 2026. Festival ini dikenal sebagai salah satu ajang musik terbesar di Asia, yang rutin menghadirkan berbagai artis internasional dan lokal. Kehadiran New Found Glory diharapkan dapat menambah daya tarik festival tahun ini.
Meskipun demikian, panitia Hammersonic 2026 belum memberikan tanggapan resmi terkait pembatalan ini. Penggemar disarankan untuk terus memantau perkembangan lebih lanjut melalui saluran-saluran resmi festival untuk informasi mengenai pengganti atau perubahan jadwal penampilan lainnya.
New Found Glory, yang telah berkarier sejak akhir 1990-an, dikenal dengan lagu-lagu pop punk mereka yang energik dan telah memiliki basis penggemar yang kuat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pembatalan ini mengingatkan betapa pentingnya faktor logistik dan koordinasi dalam penyelenggaraan acara musik berskala internasional.



