Kalsium Maksimal Diserap Hingga Usia 30 Tahun, Dampak Osteoporosis Mengintai
Kalsium Maksimal Diserap Hingga Usia 30 Tahun, Dampak Osteoporosis

Penyerapan Kalsium Maksimal Hanya Sampai Usia 30 Tahun

Kesehatan tulang jangka panjang sangat ditentukan oleh asupan nutrisi pada masa muda, terutama kalsium. Guru Besar Bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB University), Ali Khomsan, menegaskan bahwa tubuh manusia memiliki batas waktu tertentu dalam mengoptimalkan penyerapan kalsium. Setelah usia 30 tahun, kemampuan tubuh untuk menambah kalsium mulai menurun drastis.

Menurut Ali Khomsan, orang yang berusia 30 tahun ke atas tidak lagi bisa menambah kalsium secara signifikan. Artinya, kepadatan tulang yang terbentuk hingga usia tersebut akan menjadi modal utama untuk masa tua. Jika sejak muda seseorang tidak terbiasa mengonsumsi makanan atau minuman kaya kalsium, maka risiko terkena osteoporosis di kemudian hari semakin besar.

Osteoporosis dan Pentingnya Asupan Kalsium Sejak Dini

Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang menjadi keropos dan rapuh, sehingga mudah patah. Penyakit ini seringkali tidak menunjukkan gejala awal, namun dampaknya bisa sangat serius, terutama pada lansia. Ali Khomsan menekankan bahwa pencegahan osteoporosis harus dimulai sejak usia muda dengan memastikan asupan kalsium yang cukup.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

“Kalsium sangat penting untuk pembentukan tulang. Jika sejak muda tidak suka minum susu atau makan makanan mengandung kalsium, maka dampaknya akan terasa saat tua, yaitu osteoporosis,” ujar Ali Khomsan dalam keterangannya kepada Kompas.com.

Sumber Kalsium dan Rekomendasi Asupan Harian

Beberapa sumber kalsium yang mudah ditemukan antara lain susu, yogurt, keju, ikan teri, sarden, tahu, tempe, dan sayuran hijau seperti bayam dan brokoli. Kebutuhan kalsium harian bervariasi berdasarkan usia, namun secara umum orang dewasa membutuhkan sekitar 1000-1200 mg per hari. Remaja dan wanita hamil membutuhkan lebih banyak.

Ali Khomsan juga mengingatkan bahwa penyerapan kalsium dapat ditingkatkan dengan asupan vitamin D yang cukup. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan. Sumber vitamin D antara lain sinar matahari pagi, ikan berlemak, dan kuning telur.

Dampak Kekurangan Kalsium pada Kesehatan

Kekurangan kalsium tidak hanya berdampak pada tulang, tetapi juga pada fungsi otot, saraf, dan jantung. Dalam jangka pendek, defisiensi kalsium dapat menyebabkan kram otot, kesemutan, dan gangguan irama jantung. Dalam jangka panjang, risiko osteoporosis dan fraktur tulang meningkat tajam.

Oleh karena itu, penting untuk memulai kebiasaan konsumsi kalsium sejak dini. Orang tua juga perlu membiasakan anak-anak mereka mengonsumsi makanan kaya kalsium agar pertumbuhan tulang optimal dan terhindar dari masalah tulang di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga