Badan Gizi Nasional Minta Maaf atas Dugaan Keracunan 72 Siswa di Jakarta Timur
Lebih dari 55 siswa dari empat sekolah di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi pada Jumat (3/4/2026) tersebut.
Tanggung Jawab Penuh BGN atas Biaya Pengobatan
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh biaya pengobatan korban di rumah sakit. "Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ujar Nanik dalam keterangan resminya pada Sabtu (4/4/2026).
Sebagai langkah tegas, BGN telah menghentikan operasional Satuan Pelaksana Penyediaan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa. "Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), masih belum memenuhi standar," jelas Nanik.
Kronologi dan Dugaan Penyebab Insiden
Peristiwa ini bermula pada Kamis (2/4/2026) sore, ketika SPPG menerima laporan dari guru mengenai sejumlah siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual setelah makan. Menu yang disajikan saat itu meliputi:
- Spageti bolognese
- Bola-bola daging
- Scramble egg tofu
- Sayuran campur
- Buah stroberi
Nanik menyebutkan bahwa dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar. "Jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan," paparnya.
Komitmen BGN untuk Peningkatan Pengawasan
BGN berkomitmen untuk memperketat pengawasan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. "BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG," tegas Nanik.
Insiden ini menyoroti pentingnya standar keamanan pangan dalam program pemerintah, terutama yang menyasar anak-anak sekolah. BGN diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di berbagai daerah.



