KOMPAS.com - Salah satu tantangan saat mengolah daging kurban adalah bau amis yang masih menempel pada daging usai dipotong. Bau amis yang masih melekat pada daging tentu bisa mempengaruhi cita rasa masakan dan membuat makanan khas seperti gulai atau sate jadi terasa kurang nikmat.
Penyebab Bau Amis pada Daging
Dilansir Kompas.com dari laman resmi IPB University, Pakar Teknologi Hasil Ternak Dr Tuti Suryati menjelaskan bahwa bau amis yang muncul pada daging sebenarnya diakibatkan dari proses pembusukan protein dan lemak yang dipicu oleh bakteri. "Bakteri seperti Aeromonas, Enterococcus, Acinetobacter, Moraxella, Chromobacterium hingga Pseudomonas yang dapat berkembang pada daging yang terkontaminasi," ujarnya.
Proses pembusukan ini terjadi ketika bakteri memecah protein dan lemak menjadi senyawa yang menghasilkan bau tidak sedap. Kontaminasi bakteri bisa berasal dari lingkungan sekitar, peralatan pemotongan, atau penanganan yang kurang higienis. Oleh karena itu, penting untuk memastikan daging segar dan ditangani dengan baik sejak awal.
Tips Menghilangkan Bau Amis
Untuk mengurangi atau menghilangkan bau amis, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, cuci daging dengan air mengalir dan perasan jeruk nipis atau cuka. Kedua, rebus daging sebentar lalu buang air rebusan pertama. Ketiga, lumuri daging dengan bumbu seperti jahe, lengkuas, atau serai yang dapat menetralisir bau. Keempat, simpan daging di lemari pendingin jika tidak langsung diolah.
Dengan menerapkan tips tersebut, diharapkan daging kurban dapat diolah menjadi hidangan lezat tanpa bau amis yang mengganggu. Selamat mencoba!



