Aman atau Tidak Menggunakan Minyak Goreng Berulang Kali?
Aman atau Tidak Minyak Goreng Dipakai Ulang?

Minyak goreng merupakan salah satu bahan dapur yang sering digunakan untuk menggoreng berbagai makanan. Namun, banyak orang yang masih bertanya-tanya, seberapa aman sebenarnya menggunakan minyak goreng secara berulang? Pertanyaan ini penting mengingat kebiasaan menyimpan dan memakai kembali minyak sisa penggorengan masih lazim dilakukan di rumah tangga maupun usaha kuliner.

Apa yang Terjadi pada Minyak Saat Dipanaskan Berulang?

Setiap kali minyak dipanaskan, terjadi perubahan kimia yang signifikan. Proses oksidasi dan hidrolisis menghasilkan senyawa baru seperti aldehida, akrolein, dan asam lemak trans. Senyawa-senyawa ini tidak hanya mengubah rasa dan aroma makanan, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Semakin sering minyak dipanaskan, semakin tinggi pula konsentrasi senyawa berbahaya tersebut. Minyak yang sudah berubah warna menjadi lebih gelap dan mengeluarkan asap pada suhu yang lebih rendah menandakan bahwa minyak tersebut sudah tidak layak pakai.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Kesehatan dari Minyak Goreng Bekas

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minyak goreng yang dipakai berulang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, antara lain:

  • Penyakit jantung karena peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida.
  • Gangguan pencernaan akibat senyawa yang sulit dicerna oleh tubuh.
  • Peradangan kronis yang dapat memicu berbagai penyakit degeneratif.
  • Potensi karsinogenik karena senyawa seperti akrolein dan benzopiren yang terbentuk saat minyak dipanaskan berulang.

Tips Aman Menggunakan Minyak Goreng

Untuk mengurangi risiko kesehatan, ada beberapa tips yang bisa diterapkan:

  1. Gunakan minyak goreng baru setiap kali menggoreng, terutama untuk makanan yang digoreng dalam jumlah banyak.
  2. Hindari mencampur minyak bekas dengan minyak baru.
  3. Simpan minyak bekas di tempat tertutup dan jauh dari sinar matahari langsung.
  4. Perhatikan perubahan warna, bau, dan kekentalan minyak. Jika sudah berubah, sebaiknya dibuang.
  5. Pilih minyak dengan titik asap yang tinggi untuk penggunaan berulang, seperti minyak kelapa sawit atau minyak kanola.

Meskipun penggunaan minyak goreng berulang masih menjadi perdebatan, para ahli kesehatan sepakat bahwa lebih baik menggunakan minyak segar untuk menjaga kualitas makanan dan kesehatan tubuh. Jika terpaksa menggunakan minyak bekas, pastikan hanya digunakan maksimal dua hingga tiga kali dan selalu perhatikan tanda-tanda kerusakan minyak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga