Guru Bisa Pantau Kualitas Menu MBG dan Laporkan via Aplikasi
Guru Pantau Menu MBG via Aplikasi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi meluncurkan fitur terbaru pada aplikasi e-Rapor yang memungkinkan para guru untuk memantau kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Fitur ini dirancang untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar gizi yang ditetapkan.

Fitur Pemantauan Menu MBG

Dengan fitur baru ini, guru dapat melihat secara langsung komposisi menu yang disajikan kepada siswa, termasuk kandungan gizi seperti kalori, protein, karbohidrat, dan vitamin. Guru juga dapat melaporkan jika terdapat ketidaksesuaian antara menu yang disediakan dengan standar yang telah ditentukan.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyatakan bahwa fitur ini merupakan langkah maju dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas program MBG. “Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan makanan bergizi yang layak. Guru sebagai ujung tombak di sekolah memiliki peran penting dalam mengawasi hal ini,” ujar Nadiem dalam peluncuran fitur tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Cara Kerja Fitur

Guru dapat mengakses fitur ini melalui aplikasi e-Rapor yang sudah terintegrasi dengan data sekolah. Setiap hari, guru akan menerima notifikasi mengenai menu yang akan disajikan. Guru kemudian dapat mengisi formulir penilaian yang mencakup aspek rasa, porsi, kebersihan, dan kesesuaian gizi. Laporan yang masuk akan langsung ditindaklanjuti oleh tim gizi di dinas pendidikan setempat.

Selain itu, fitur ini juga dilengkapi dengan basis data menu yang direkomendasikan oleh ahli gizi. Jika menu yang disajikan tidak sesuai dengan rekomendasi, sistem akan memberikan peringatan otomatis. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan dalam penyediaan makanan.

Respons Positif dari Guru

Sejumlah guru menyambut baik inovasi ini. Rina, seorang guru SD di Jakarta, mengungkapkan bahwa fitur ini memudahkan pengawasan. “Dulu kami hanya bisa melaporkan secara lisan atau melalui surat, sekarang lebih cepat dan terstruktur. Kami juga bisa melihat menu apa yang seharusnya disajikan,” katanya.

Fitur pemantauan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Program MBG sendiri telah berjalan sejak awal tahun 2025 dan mencakup jutaan siswa di seluruh Indonesia. Dengan adanya fitur ini, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Pengembangan ke Depan

Kemendikbudristek berencana untuk terus mengembangkan fitur ini dengan menambahkan kemampuan pelaporan foto dan video. Hal ini akan memungkinkan guru untuk memberikan bukti visual jika terdapat masalah pada menu. Selain itu, akan ada integrasi dengan sistem pengaduan publik untuk meningkatkan partisipasi orang tua dan masyarakat.

Dengan langkah ini, pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anak. Guru kini memiliki alat yang lebih baik untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup selama di sekolah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga