Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong setiap perguruan tinggi di Indonesia untuk memiliki setidaknya satu dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerjanya ke Universitas Indonesia, Rabu (30/4/2026).
Latar Belakang Dorongan Kepala BGN
Menurut Kepala BGN, keberadaan dapur MBG di perguruan tinggi sangat penting untuk mendukung kesehatan dan produktivitas mahasiswa. Program ini bertujuan menyediakan makanan bergizi dengan harga terjangkau atau gratis bagi mahasiswa yang membutuhkan.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa, sebagai generasi penerus bangsa, mendapatkan asupan gizi yang cukup. Dengan adanya dapur MBG di setiap kampus, kami berharap mahasiswa dapat lebih fokus belajar tanpa khawatir masalah pangan,” ujar Kepala BGN.
Rencana Implementasi
BGN akan bekerja sama dengan pihak universitas, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk merealisasikan program ini. Setiap dapur MBG direncanakan mampu melayani minimal 500 mahasiswa per hari dengan menu yang beragam dan seimbang.
Selain itu, dapur MBG juga akan menjadi pusat edukasi gizi bagi mahasiswa. Mereka dapat belajar tentang pola makan sehat, pengolahan makanan bergizi, dan pengelolaan limbah pangan.
Dukungan dari Perguruan Tinggi
Beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung, telah menyatakan dukungannya. Rektor UI menyambut baik inisiatif ini dan siap menyediakan lahan serta fasilitas untuk dapur MBG.
“Kami berkomitmen mendukung program ini. Dapur MBG tidak hanya akan menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa gizi dan teknologi pangan,” kata Rektor UI.
Target dan Harapan
BGN menargetkan setiap provinsi memiliki setidaknya satu perguruan tinggi dengan dapur MBG pada akhir tahun 2026. Program ini diharapkan dapat mengurangi angka malnutrisi di kalangan mahasiswa dan meningkatkan prestasi akademik.
Kepala BGN menambahkan, “Kami optimis dengan kolaborasi semua pihak, program ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa Indonesia.”



