KOMPAS.com – Masyarakat global banyak yang mempertanyakan tentang penyakit hantavirus setelah sebuah wabah melanda kapal pesiar MV Hondius. Bagi mereka yang pernah terinfeksi, penyakit ini digambarkan bukan sekadar flu biasa, melainkan sebuah siksaan yang luar biasa.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus merupakan keluarga virus yang menyebar melalui hewan pengerat seperti tikus. Meski jarang terdengar, tingkat kematian beberapa jenis strain virus ini bisa mencapai 20 hingga 40 persen. Virus ini dapat menyebabkan dua sindrom utama: demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) dan sindrom paru akibat hantavirus (HPS).
Gejala dan Penularan
Gejala awal hantavirus mirip flu, seperti demam, nyeri otot, dan kelelahan. Namun, pada kasus HPS, gejala dapat berkembang cepat menjadi kesulitan bernapas dan gagal paru. Penularan terjadi melalui kontak dengan urin, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi, baik secara langsung maupun melalui udara.
Wabah di MV Hondius
Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menimbulkan kekhawatiran global. Otoritas setempat telah melakukan karantina dan penyelidikan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Para ahli mengingatkan pentingnya kebersihan dan pengendalian populasi tikus di area pemukiman dan transportasi.
Meskipun jarang, hantavirus tetap menjadi ancaman serius karena tingkat kematian yang tinggi. Vaksin atau pengobatan spesifik belum tersedia secara luas, sehingga pencegahan menjadi kunci utama.



