Pemkot Serang Alokasikan Rp 3 Miliar untuk Revitalisasi Fasilitas RSUD Kota Serang
Pemkot Serang Siapkan Rp 3 M untuk Perbaikan RSUD

Pemkot Serang Alokasikan Rp 3 Miliar untuk Revitalisasi Fasilitas RSUD Kota Serang

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berkomitmen memperbaiki kondisi fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang dengan mengalokasikan anggaran signifikan mencapai Rp 3 miliar pada tahun ini. Langkah ini diambil menyusul sorotan dari Wali Kota Serang, Budi Rustandi, terhadap ketidaklayakan beberapa sarana di rumah sakit tersebut.

Kondisi Fasilitas yang Memprihatinkan

Budi Rustandi menyayangkan status RSUD Kota Serang yang masih tercatat sebagai rumah sakit tipe C, padahal secara struktur bangunan dinilai lebih kokoh dan representatif dibandingkan fasilitas kesehatan daerah lainnya. "Kita perbaiki dulu fasilitasnya, karena sayang ya. Padahal rumah sakit kita ini lebih bagus dari yang lain dari segi bangunan. Cuma pendukung pemeliharaan dan fasilitasnya yang kurang," ujar Budi Rustandi pada Senin (6/4/2026).

Menurutnya, beberapa area khususnya ruang operasi terbengkalai dan memerlukan penanganan segera. Perbaikan menyeluruh ini dianggap wajib untuk mendongkrak akreditasi rumah sakit serta meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Anggaran dari APBD Perubahan 2026

Untuk tahap awal, Pemkot Serang akan mengucurkan dana perbaikan sekitar Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar melalui APBD Perubahan 2026. Alokasi ini diharapkan dapat menangani kerusakan fisik yang telah terakumulasi akibat pemeliharaan di bawah standar.

Direktur RSUD Kota Serang, dr. Humaryadi, mengonfirmasi bahwa anggaran pemeliharaan selama ini selalu berada di bawah kebutuhan, menyebabkan penurunan kualitas bangunan secara bertahap. Kerusakan tersebut meliputi:

  • Cat yang mengelupas di berbagai area
  • Masalah plafon bocor yang mengganggu
  • Kerusakan pada gedung terpadu, IGD, dan gedung rawat inap empat lantai

Gedung Rawat Inap sebagai Fokus Prioritas

dr. Humaryadi menjelaskan bahwa gedung rawat inap berkapasitas 100 tempat tidur, yang dibangun pada tahun 2017, mengalami kerusakan paling parah dan membutuhkan penanganan fisik intensif. Selain itu, area lantai 3 rumah sakit masih kosong sejak awal pembangunan dan rencananya akan difungsikan sebagai ruang operasi yang representatif.

Proyek besar untuk pemanfaatan lantai 3 tersebut diproyeksikan akan didanai melalui APBD Murni 2027. dr. Humaryadi mengaku bersyukur karena pada era kepemimpinan Wali Kota Budi Rustandi, gedung RSUD akhirnya mendapatkan perhatian dan intervensi penuh dari pemerintah daerah setelah sekian lama terbengkalai.

Revitalisasi fasilitas RSUD Kota Serang ini diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta akreditasi rumah sakit demi kesejahteraan masyarakat Serang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga