Polisi Selidiki Kematian Pasien Akibat Kebakaran di RSUD dr Soetomo
Polisi Selidiki Kematian Pasien di Kebakaran RSUD Soetomo

Kepolisian mulai mendalami penyebab kematian seorang pasien dalam kebakaran yang melanda lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo, Surabaya, pada Jumat (15/5) pagi. Kapolsek Gubeng Kompol Eko Sudarmanto menyatakan peristiwa kebakaran diduga berdampak langsung pada kondisi kesehatan pasien yang sedang menjalani perawatan di area tersebut.

Kronologi Kebakaran dan Evakuasi

Berdasarkan laporan awal, sekitar 30 pasien harus dievakuasi akibat kebakaran tersebut. Satu pasien dinyatakan meninggal dunia, sementara satu pasien lainnya dilaporkan dalam kondisi kritis. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengonfirmasi adanya korban jiwa. "Di ICU pasien, satu pasien sudah dinyatakan meninggal dunia. Yang satu dilakukan evakuasi," kata Rini.

Penyelidikan Polisi

Eko mengatakan polisi belum melakukan tindakan lebih lanjut karena status pasien masih di bawah penanganan internal rumah sakit. "Ya, informasi tadi katanya ada satu yang meninggal, ada yang kritis. Sementara masih ditangani oleh pihak rumah sakit. Itu biar kewenangan pihak rumah sakit yang menangani karena kami belum mendapat penyerahan," ujarnya. Meski demikian, polisi bersiap melakukan identifikasi lanjutan melibatkan tim Inafis Polrestabes Surabaya hingga Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur. Hal itu akan dilakukan setelah area kebakaran dinyatakan aman oleh petugas pemadam kebakaran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sikap Manajemen RSUD dr Soetomo

Manajemen RSUD dr Soetomo menyatakan sikap terbuka terhadap proses penyelidikan. Wakil Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan, Prof dr Ahmad Suryawan, berkomitmen membantu polisi mengusut tuntas insiden ini. "Iya, kooperatif. Jadi jelas, kami sendiri masih belum memungkinkan untuk memasuki lokasi karena dilarang oleh pihak Damkar. Setelah pengamanan lokasi dari api dan sebagainya selesai, kami tinggal menunggu apakah diizinkan masuk atau tidak dari pihak kepolisian," kata Suryawan. Ia berjanji seluruh data yang dibutuhkan akan difasilitasi sepenuhnya.

Klarifikasi Penyebab Kematian Pasien

Pihak rumah sakit menegaskan kematian pasien murni disebabkan oleh faktor penyakit, bukan dampak kebakaran atau paparan asap. Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Prof dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa, mengatakan pasien dalam kondisi kritis sebelum kebakaran dan sedang mendapatkan bantuan alat medis karena kegagalan fungsi organ. "Meninggal karena penyakit. Karena memang itu tadi sesuai dengan penjelasan kawan-kawan bahwa kondisi sudah tersupport oleh tiga organ, yaitu paru-paru, jantung, dan ginjal. Dan cuci darah sedang on the way, dan kami tetap melakukan evakuasi, dan tentu bukan karena asap karena semuanya tersupport oleh mesin ya," kata Cita.

Laporan Kebakaran

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Asap hitam pekat tampak membubung tinggi dari bagian atas gedung. Sebanyak 33 pasien dievakuasi ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk penanganan medis lebih lanjut. Titik api berasal dari salah satu ruang vital di lantai 5.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga