KOMPAS.com - Sebuah narasi yang menyebutkan seorang mahasiswa divonis mengalami infeksi otak beredar di media sosial pada Mei 2026. Unggahan tersebut disertai foto seorang laki-laki terbaring di rumah sakit dengan alat bantu napas. Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut merupakan clickbait dengan narasi yang keliru.
Narasi yang Beredar
Informasi mengenai mahasiswa yang didiagnosis infeksi otak disebarkan oleh beberapa akun Facebook. Akun-akun tersebut antara lain dapat ditemukan di tautan ini, ini, dan ini. Foto yang digunakan memperlihatkan seorang pasien yang tampak kritis dengan peralatan medis.
Hasil Penelusuran
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan verifikasi terhadap klaim tersebut. Hasilnya, unggahan tersebut tidak memiliki dasar fakta yang kuat. Foto yang digunakan tidak terkait dengan kasus yang diklaim, dan narasi yang disampaikan cenderung menyesatkan publik.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di media sosial, terutama yang bersifat sensasional. Selalu lakukan pengecekan silang melalui sumber terpercaya.



