KOMPAS.com - Rifaldy Fajar mengaku menggunakan kecerdasan buatan (AI) secara berlebihan saat membuat penelitian yang ia kirimkan ke berbagai konferensi ilmiah di luar negeri. Rifaldy diketahui membuat sejumlah penelitian bersama beberapa orang lainnya.
Pengakuan Rifaldy Soal Penggunaan AI
"Perlu luruskan juga memang kita akui ada penggunaan AI yang sangat berlebihan di sini dalam proses riset saya ini, karena memang mostly codingnya kita minta langsung dari AI. Tapi kalau riset saya sendiri itu kan model matematika atau machine learning dan segala macam, itu memang tidak perlu yang namanya data asli," ujar Rifaldy Fajar saat memenuhi panggilan Universitas Muhammadiyah Bulukumba, dalam video yang diunggah di akun Instagram @lp2m_umbulukumba, Rabu (3/6/2026).
Detail Penggunaan AI dalam Riset
Ia tak memungkiri bahwa terkadang langsung memasukkan data asli ke ChatGPT atau meminta coding yang sesuai untuk proses data tersebut. Pengakuan ini menimbulkan diskusi tentang etika penggunaan AI dalam penelitian akademik.



