Sebuah video yang beredar luas di media sosial mengklaim memperlihatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tertidur di meja saat menghadiri rapat yang disiarkan langsung dari Gedung Putih pada 23 April 2026. Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut dipastikan merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Informasi yang beredar tersebut adalah hoaks dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Klarifikasi dari Tim Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa video yang diklaim memperlihatkan Trump tertidur dengan posisi kepala di atas meja dan lidah menjulur keluar itu tidak terjadi dalam rapat yang sebenarnya. Rekaman asli dari rapat tersebut tidak menunjukkan kejadian serupa. Dengan menggunakan teknologi analisis forensik digital, tim mengidentifikasi sejumlah anomali yang mengindikasikan penggunaan AI untuk memanipulasi gambar dan suara.
Penyebaran Video Hoaks
Video hoaks ini pertama kali dibagikan oleh beberapa akun Facebook yang dapat ditemukan melalui tautan berikut: tautan akun pertama, tautan akun kedua, dan tautan akun ketiga. Dalam unggahan tersebut, terlihat Trump tiba-tiba tertidur di meja saat para jajarannya sedang menyampaikan pemaparan dalam rapat. Video ini dengan cepat menjadi viral dan memicu berbagai reaksi dari warganet.
- Video tersebut diunggah pada tanggal 24 April 2026 dan langsung mendapatkan ribuan komentar serta dibagikan ribuan kali.
- Beberapa pengguna media sosial mengaku khawatir dengan kondisi kesehatan Trump, sementara yang lain justru menjadikannya bahan lelucon.
Konfirmasi dari Sumber Resmi
Pihak Gedung Putih segera memberikan klarifikasi bahwa tidak ada insiden tidur saat rapat berlangsung. Juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Trump dalam kondisi sehat dan aktif mengikuti seluruh agenda rapat. Mereka juga menegaskan bahwa video yang beredar adalah palsu dan merupakan hasil rekayasa digital.
- Rapat yang dimaksud adalah pertemuan rutin kabinet yang membahas kebijakan ekonomi.
- Seluruh peserta rapat, termasuk Trump, terlihat fokus dan tidak ada yang tertidur.
Dampak Penyebaran Hoaks
Penyebaran video hoaks semacam ini dapat merusak reputasi individu dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Tim Cek Fakta Kompas.com mengingatkan agar masyarakat selalu bersikap kritis terhadap informasi yang diterima, terutama yang bersifat viral. Verifikasi kebenaran informasi sangat penting sebelum menyebarkannya lebih lanjut.
Kesimpulannya, video yang mengklaim Trump tertidur di rapat Gedung Putih adalah hoaks yang dibuat menggunakan teknologi AI. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dan selalu melakukan cek fakta terhadap informasi yang mencurigakan.



