Bocah 11 Tahun Tewas Tersedot Pipa Irigasi di Sungai Cibanten Serang
Bocah 11 Tahun Tewas Tersedot Pipa Irigasi di Serang

Tragedi di Sungai Cibanten: Bocah 11 Tahun Meninggal Dunia Usai Tersedot Pipa Irigasi

Sebuah peristiwa tragis terjadi di aliran Sungai Cibanten, Kampung Masigit, Desa Sukabares, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang. Muhammad Irfan, seorang bocah berusia 11 tahun, meninggal dunia setelah tersedot ke dalam pipa irigasi dengan posisi kepala berada di bawah permukaan air.

Kronologi Kejadian yang Memilukan

Kapolsek Ciomas, Iptu Ridwan Junaedi, menjelaskan bahwa peristiwa naas ini terjadi pada Selasa (21/4) pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban bersama sekitar sembilan teman lainnya sedang bermain di sekitar aliran Sungai Cibanten.

"Berdasarkan keterangan saksi, saat itu ada sekitar 10 anak yang bermain di atas pipa irigasi. Korban diduga terpeleset lalu tersedot ke dalam pipa hingga setengah bagian tubuhnya masuk, dengan posisi kaki terjepit dan kepala berada di dalam air," ujar Ridwan pada Rabu (22/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Upaya Penyelamatan yang Berakhir Duka

Melihat kejadian tersebut, saksi yang berada di lokasi segera meminta bantuan warga sekitar untuk menyelamatkan korban. Setelah berjuang, korban berhasil dikeluarkan dari pipa irigasi dan langsung dilarikan ke Puskesmas Ciomas sekitar pukul 15.30 WIB untuk mendapatkan pertolongan pertama.

"Setelah mendapat penanganan awal, korban kemudian dirujuk ke RSUD Banten. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia," kata Ridwan dengan nada prihatin.

Respons Keluarga dan Langkah Kepolisian

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Kampung Balekambang, Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas. Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

"Keluarga korban sudah menerima kejadian ini dengan lapang dada dan membuat pernyataan penolakan autopsi serta tindakan hukum lainnya," jelas Ridwan tegas.

Pihak kepolisian sendiri telah melakukan sejumlah langkah penting, di antaranya:

  • Mendatangi lokasi untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)
  • Meminta keterangan dari para saksi yang hadir
  • Mengimbau masyarakat untuk lebih waspada

Peringatan untuk Masyarakat

Polisi mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak saat bermain di sekitar aliran sungai maupun fasilitas irigasi. "Ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan," tutur Ridwan dengan penuh harap.

Tragedi ini menjadi pengingat yang menyedihkan tentang pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak-anak di area yang berpotensi berbahaya seperti sungai dan infrastruktur irigasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga