Gempa Susulan M ervariasi Guncang Sulut dan Malut Usai Gempa M 7,6
Gempa Susulan Guncang Sulut-Malut Usai M 7,6

Gempa Susulan Terjadi di Sulut dan Malut Pasca Gempa M 7,6

Sejumlah gempa susulan dengan kekuatan bervariasi telah mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) setelah gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,6 terjadi. Kejadian ini menambah kekhawatiran masyarakat setempat dan memicu peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Rangkaian Gempa Susulan dengan Magnitudo Berbeda

Gempa susulan pertama yang tercatat adalah gempa dengan magnitudo M 5,5 yang terjadi pada pukul 06.07 WIB, Kamis (2/4/2026). Gempa ini berpusat di wilayah Ternate, Maluku Utara, dengan kedalaman 10 kilometer. Informasi ini dikonfirmasi oleh BMKG melalui postingan di akun X @infoBMKG, yang menyatakan: "Info Gempa Mag:5.5, 02-Apr-26 06:07:23 WIB, Kedalaman:10 Km."

Tak lama setelahnya, gempa susulan lainnya terjadi di wilayah Jailolo, Maluku Utara, dengan kekuatan M 3,7 pada pukul 06.26 WIB. Gempa ini juga berada di kedalaman 10 kilometer. BMKG kembali mengonfirmasi kejadian ini dengan menyebutkan: "Info Gempa Mag:3.7, 2-Apr-26 06:26:15 WIB." Rangkaian gempa ini menunjukkan aktivitas seismik yang masih aktif di kawasan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Potensi Tsunami dan Dampak Getaran

BMKG mengingatkan bahwa gempa-gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat sejarah bencana tsunami di Indonesia. Selain itu, getaran gempa dirasakan di berbagai daerah dengan intensitas yang berbeda-beda, seperti yang dilaporkan oleh BMKG:

  • Ternate: V-VI MMI
  • Ibu: V MMI
  • Manado: IV-V MMI
  • Gorontalo Bone Bolango dan Gorontalo Utara: III MMI

Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) ini menunjukkan tingkat kerusakan dan getaran yang dirasakan oleh manusia, dengan nilai lebih tinggi mengindikasikan dampak yang lebih kuat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Konteks Gempa Utama dan Implikasinya

Gempa susulan ini terjadi setelah gempa utama berkekuatan M 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara. Kejadian ini mengingatkan pada gempa M 7,3 yang sebelumnya terjadi di Bitung, Sulut, yang juga berpotensi tsunami. Aktivitas gempa susulan sering kali mengikuti gempa besar sebagai bagian dari proses penyesuaian lempeng bumi, dan BMKG terus memantau perkembangan untuk memberikan peringatan dini.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk:

  1. Memantau informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait.
  2. Menyiapkan rencana evakuasi jika terjadi tsunami atau gempa lebih lanjut.
  3. Menghindari bangunan yang rusak atau tidak stabil pasca gempa.

Dengan meningkatnya frekuensi gempa di wilayah ini, kesiapsiagaan bencana menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan melindungi nyawa. BMKG diharapkan terus memberikan update terkini untuk memastikan keselamatan publik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga