Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubdat Kemenhub) tengah menyelidiki kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sebagai bagian dari penyelidikan, Kemenhub memanggil manajemen Xanh SM atau Green SM pada hari ini untuk dimintai klarifikasi pascakecelakaan tersebut.
Tim Khusus Dibentuk untuk Pendalaman
Dirjen Hubdat Kemenhub, Aan, menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mendalami keterlibatan taksi Xanh SM dalam insiden ini. Tim tersebut akan memeriksa aspek perizinan, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, serta kepatuhan terhadap ketentuan operasional angkutan umum. "Prinsip kami jelas, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, sehingga setiap potensi pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan," tegas Aan dalam keterangannya pada Selasa (28/4/2026).
Status Perizinan dan Sertifikasi Green SM
Berdasarkan data dari aplikasi Siprajab, kendaraan taksi yang terlibat kecelakaan tercatat telah terdaftar dan memiliki kartu pengawasan yang berlaku hingga 28 Oktober 2026. Kendaraan tersebut terdaftar untuk melayani taksi reguler di wilayah Jabodetabek. Meskipun demikian, Aan memastikan pihaknya tetap melakukan pendalaman untuk memastikan kepatuhan operator terhadap seluruh ketentuan yang berlaku.
Perusahaan taksi Green SM telah memiliki sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) yang berlaku selama lima tahun. "Selanjutnya, kami akan mengaudit kembali elemen-elemen standar manajemen keselamatan yang wajib dipenuhi perusahaan angkutan umum. Kami akan melihat bagaimana standar manajemen keselamatan dijalankan di lapangan, termasuk kewajiban perusahaan dalam memastikan kendaraan, pengemudi, dan sistem operasionalnya memenuhi aspek keselamatan," ujar Aan.
Potensi Sanksi Administratif
Kemenhub juga akan melakukan klarifikasi, pendalaman, serta penindakan jika terbukti ditemukan pelanggaran terhadap Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 85 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum dan PM 117 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek. Menurut Aan, sanksi administrasi dapat diberikan sesuai tingkat pelanggaran, mulai dari surat peringatan, pembekuan izin sementara, hingga pencabutan izin. "Kami akan melihat apabila terdapat pelanggaran terhadap ketentuan operasional angkutan umum, maka sanksi administrasi akan diberikan secara proporsional sesuai aturan yang ada," jelasnya. Aan menambahkan, "Kami tegas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait keterlibatan taksi Green SM dalam kecelakaan ini. Nantinya hasil pendalaman akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya."
Kronologi Kecelakaan
Seperti diketahui, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Peristiwa itu berawal dari sebuah taksi yang tertemper KRL di perlintasan tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur. Akibatnya, KRL di Stasiun Bekasi harus menunggu, dan KA Argo Bromo Anggrek yang datang kemudian menabrak dari belakang. Hingga kini, total korban meninggal akibat kecelakaan ini mencapai 15 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. "Iya, 15 meninggal," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri (RS Polri), Jakarta, Selasa (28/4).
Pernyataan Green SM
Green SM sebelumnya telah menyampaikan pernyataan terkait kecelakaan tersebut. Melalui akun Instagram resminya pada Selasa (28/4), Green SM menyatakan siap mendukung investigasi oleh pihak berwenang. "Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi," demikian pernyataan Green SM. Perusahaan juga menyampaikan belasungkawa dan berharap para korban segera pulih. "Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," tulis Green SM. "Keselamatan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat," sambung Green SM.



