Penumpang KA Sancaka Terluka Parah Usai Lompat Saat Kereta Berjalan di Stasiun Klaten
Seorang penumpang mengalami luka serius setelah nekat melompat dari dalam KA Sancaka yang tengah melaju di Stasiun Klaten, Jawa Tengah. Kejadian tragis ini terjadi pada Kamis malam, 2 April 2026, sekitar pukul 21.09 WIB, ketika kereta api tersebut hendak berangkat dari stasiun.
Korban, yang identitasnya belum diumumkan, langsung dilarikan ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Kondisinya dilaporkan kritis akibat jatuh di peron stasiun setelah terjepit pintu kereta yang sedang bergerak.
Kronologi Kejadian Menurut KAI Daop 6 Yogyakarta
Feni Novida Saragih, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, memberikan penjelasan rinci mengenai insiden tersebut. Menurutnya, KA Sancaka Utara 236F dengan relasi Cilacap-Surabaya Pasar Turi telah diberangkatkan secara resmi dari Stasiun Klaten pada pukul 21.09.07 WIB.
"Petugas kami sudah memastikan bahwa semua pintu kereta api tertutup rapat dan tidak ada penumpang yang akan turun," kata Feni dalam keterangan resminya yang dilansir pada Jumat, 3 April 2026.
Namun, sesaat setelah kereta mulai bergerak, terlihat empat penumpang secara tiba-tiba membuka pintu kereta dan berusaha turun. Penumpang yang keempat, yang menjadi korban dalam insiden ini, terjepit di pintu dan terjatuh keras di peron stasiun.
Evakuasi dan Penanganan Cepat oleh KAI dan PMI
Tim dari KAI Daop 6 langsung melakukan evakuasi darurat bersama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) yang berada di lokasi. Korban segera dibawa menggunakan ambulans ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
"Kami fokus pada penyembuhan korban terlebih dahulu. Status dan kondisi penumpang tersebut masih dalam pemantauan intensif oleh tim medis," tambah Feni. Hingga saat ini, KAI belum dapat memastikan penyebab pasti mengapa penumpang tersebut nekat melompat dari kereta yang sedang berjalan, termasuk tujuan dan motif di balik tindakan berisiko itu.
Insiden ini mengingatkan kembali akan pentingnya keselamatan penumpang dalam transportasi kereta api. KAI telah berulang kali mengimbau masyarakat untuk tidak turun dari kereta setelah pintu tertutup dan kereta mulai bergerak, karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap detail lengkap kejadian ini, sambil berharap korban dapat pulih dengan cepat. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mematuhi semua protokol keselamatan yang berlaku di stasiun dan dalam perjalanan kereta api.



