Tim Search and Rescue (SAR) gabungan terus melanjutkan pencarian tiga pendaki yang masih dinyatakan hilang setelah erupsi Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Sabtu (9/5). Berdasarkan informasi sementara, dua pendaki warga negara asing (WNA) terdeteksi berada di sekitar 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama.
Posisi Dua WNA di Dekat Kawah
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Henjte M.L. Hetharia, menyatakan bahwa dugaan posisi kedua WNA tersebut berdasarkan hasil pencarian pada Jumat (8/5), di mana keberadaan mereka sempat terdeteksi. "Kondisi tersebut memerlukan perhitungan dan strategi evakuasi yang matang dengan mempertimbangkan potensi eskalasi aktivitas vulkanik serta faktor keselamatan seluruh personel," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (9/5).
Satu WNI Belum Terdeteksi
Sementara itu, satu pendaki warga negara Indonesia (WNI) hingga kini masih belum terdeteksi keberadaannya. Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan dukungan personel, peralatan, dan logistik yang telah disiapkan di lokasi operasi.
Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono melaporkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang berstatus Level II (Waspada) masih tergolong tinggi. Status ini telah ditetapkan sejak 13 Juni 2008. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga telah menetapkan radius bahaya sejauh empat kilometer dari kawah aktif sejak 11 Desember 2024. Hasil pemantauan pada Sabtu (9/5) sejak dini hari hingga pukul 11.00 WIT mencatat beberapa kali erupsi. Aktivitas kegempaan masih didominasi gempa letusan dengan amplitudo besar, menunjukkan erupsi berintensitas tinggi.
Penyesalan atas Pelanggaran Larangan Pendakian
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyesalkan adanya aktivitas pendakian tersebut. Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara telah menutup total jalur pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026. Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki kawasan rawan bencana dalam radius empat kilometer dari puncak kawah. BNPB mengingatkan masyarakat untuk mematuhi rekomendasi Badan Geologi terkait pembatasan aktivitas di gunung api aktif lainnya yang berstatus Waspada maupun Siaga, seperti Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT, Gunung Marapi di Sumatera Barat, dan Gunung Semeru di Jawa Timur.



