Korban tewas akibat ledakan dahsyat di sebuah tambang batu bara di China terus bertambah. Kini, sedikitnya 90 orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden yang terjadi di tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, pada Jumat (22/5) malam waktu setempat. Peristiwa ini menjadi bencana pertambangan terburuk di China dalam 17 tahun terakhir.
Kronologi Ledakan
Ledakan terjadi sekitar pukul 19.29 waktu setempat. Saat itu, tercatat 247 pekerja berada di bawah tanah. Tim penyelamat segera dikerahkan dan hingga Sabtu pagi, 201 pekerja berhasil dievakuasi ke permukaan. Namun, jumlah korban tewas melonjak drastis setelah tim penyelamat menemukan lebih banyak korban.
Upaya Penyelamatan
Sebanyak 345 personel darurat dikerahkan ke lokasi. Mereka melakukan pencarian intensif terhadap sembilan orang yang masih belum ditemukan. Beberapa pekerja yang terjebak dilaporkan dalam kondisi kritis akibat paparan gas beracun.
Penyebab Ledakan
Ledakan diduga dipicu oleh gas. Sebelumnya, kadar karbon monoksida yang sangat beracun terdeteksi melebihi batas aman di area tambang. Gas ini tidak berbau dan sangat mematikan.
Respons Pemerintah
Presiden Xi Jinping menyerukan upaya maksimal untuk merawat korban luka dan melakukan penyelidikan menyeluruh. Ia menekankan pentingnya belajar dari kecelakaan ini untuk mencegah tragedi serupa di masa depan. Seseorang yang bertanggung jawab atas perusahaan tambang telah ditempatkan di bawah pengawasan hukum.
Catatan Keselamatan Tambang
Shanxi adalah provinsi termiskin di China sekaligus pusat pertambangan batu bara. Meskipun standar keselamatan tambang telah meningkat dalam beberapa dekade, kecelakaan masih kerap terjadi akibat lemahnya protokol keselamatan. China merupakan konsumen batu bara terbesar di dunia dan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar, meskipun telah menggencarkan energi terbarukan.



