Hercules Klaim Tak Kebal Hukum Meski Dekat dengan Presiden Prabowo
Hercules Klaim Tak Kebal Hukum Meski Dekat dengan Prabowo

Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules Rosario Marshal, menegaskan bahwa dirinya tidak kebal hukum meskipun memiliki hubungan dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan berulang kali saat ia berpidato dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 GRIB Jaya di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu, 10 Mei 2026.

Hercules Bantah Tuduhan Premanisme

Dalam pidatonya, Hercules dengan lantang menyatakan, "Saya Hercules tidak kebal hukum." Ia menegaskan bahwa kedekatannya dengan Presiden Prabowo tidak membuatnya berada di atas hukum. "Presidennya Pak Prabowo, saya tunjukkan bahwa saya tidak kebal hukum!" serunya.

Hercules juga membantah tuduhan bahwa dirinya dan anggota GRIB adalah organisasi preman. Ia mengaku bingung dengan stigma tersebut. "'Hercules preman GRIB, preman, Hercules preman GRIB'. Saya sih bingung, saya enggak punya nilai catatan jahat di kepolisian. Saya itu merugikan masyarakat, menipu masyarakat, apa merampok uang negara, mengintimidasi rakyat, masyarakat untuk mengambil hak-hak mereka? Enggak ada," ungkapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kegiatan Sosial Hercules

Lebih lanjut, Hercules membeberkan kegiatan sosial yang rutin dilakukannya. "Saya selalu membagikan uang-uang halal, saya itu membagikan kepada anak-anak yatim dan duafa pondok pesantren, dan di rumah saya itu, rumah saya Indramayu, setiap malam Jumat itu enggak pernah berhenti (pengajian anak yatim dan duafa). Sudah 17 atau mau 20 tahun. Alhamdulillah sampai hari ini belum putus," pungkasnya.

Hercules menegaskan bahwa dirinya dan GRIB Jaya selalu berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bukan sebaliknya. Ia berharap stigma negatif yang melekat padanya dapat sirna seiring dengan terbukanya fakta-fakta di lapangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga