Kejagung Geledah Kantor BGN, Saksi Ungkap Suasana Tegang
Kejagung Geledah Kantor BGN, Saksi Ungkap Suasana Tegang

Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang berlokasi di Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu, 3 Juni 2026. Peristiwa ini menarik perhatian publik karena melibatkan pengawalan ketat dari personel TNI.

Kedatangan Penyidik dengan Pengawalan TNI

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, sembilan penyidik dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tiba di kantor BGN sekitar pukul 15.27 WIB. Mereka mengenakan kemeja merah yang dipadukan dengan rompi hitam. Kedatangan para penyidik turut dikawal oleh dua personel TNI yang membawa tas punggung berukuran besar. Kehadiran personel TNI ini menambah kesan serius dan tegang dalam proses penggeledahan tersebut.

Ketika ditanya oleh awak media mengenai tujuan kedatangan mereka, salah satu penyidik hanya memberikan jawaban singkat, "Sebentar dulu ya". Setelah itu, para penyidik langsung memasuki gedung kantor BGN. Sekitar 20 menit kemudian, tepatnya pukul 15.47 WIB, lima penyidik Kejagung lainnya tiba di lokasi untuk bergabung dalam proses penggeledahan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penggeledahan dan Pengamanan Dokumen

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejagung, Muhammad Jefri, membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik Pidsus di kantor BGN. "Penyidik Pidsus (Pidana Khusus) Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN," ujar Jefri saat dikonfirmasi. Namun, ia belum bersedia menjelaskan lebih lanjut terkait perkara yang tengah disidik maupun tujuan penggeledahan tersebut. Jefri juga belum mengungkap barang atau dokumen apa saja yang menjadi sasaran penyitaan dalam kegiatan penggeledahan itu.

Seorang pegawai BGN yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa tim penyidik melakukan penggeledahan di area ruang pimpinan yang berada di lantai dua gedung. Suasana di dalam kantor sempat tegang, dan sejumlah karyawan tidak diperbolehkan masuk ke area yang digeledah.

Dokumen Dibawa oleh Penyidik

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa para penyidik membawa sejumlah dokumen keluar dari gedung BGN. Dokumen-dokumen tersebut tampak dimasukkan ke dalam tas dan kardus yang kemudian dibawa menggunakan kendaraan dinas Kejagung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak BGN maupun Kejagung mengenai isi dokumen yang disita.

Kronologi Penggeledahan

Berikut adalah kronologi penggeledahan Kantor BGN oleh Kejagung:

  • Pukul 15.27 WIB: Sembilan penyidik Jampidsus tiba di kantor BGN dengan pengawalan dua personel TNI.
  • Pukul 15.30 WIB: Penyidik memasuki gedung setelah memberikan pernyataan singkat kepada media.
  • Pukul 15.47 WIB: Lima penyidik tambahan tiba di lokasi.
  • Proses penggeledahan berlangsung hingga sore hari, dengan sejumlah dokumen diamankan.

Penggeledahan ini terjadi setelah sebelumnya Kepala BGN, Dadan Hindayana, dicopot dari jabatannya. Hal ini memicu spekulasi bahwa penggeledahan terkait dengan dugaan penyimpangan di tubuh BGN. Namun, Kejagung belum memberikan konfirmasi mengenai kaitan antara pencopotan Dadan dengan penggeledahan ini.

Reaksi Publik dan Karyawan

Sejumlah karangan bunga berjejer di depan kantor BGN dengan pesan-pesan yang menohok. Beberapa karyawan BGN mengaku tegang dan khawatir dengan situasi yang terjadi. Mereka tidak diperbolehkan memasuki ruang kerja selama proses penggeledahan berlangsung. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak BGN mengenai dampak penggeledahan terhadap operasional kantor.

Kejagung diharapkan segera memberikan penjelasan resmi mengenai perkara yang mendasari penggeledahan ini. Publik menanti transparansi dari lembaga penegak hukum untuk menghindari spekulasi yang tidak perlu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga