Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp 10,2 Triliun di Depan Presiden Prabowo
Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menunjukkan pencapaiannya dengan memamerkan tumpukan uang senilai Rp 10,2 triliun di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Uang tersebut merupakan hasil dari denda administratif yang dikumpulkan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) pada Rabu, 13 Mei 2026. Selain uang tunai, Kejagung juga menyerahkan lahan kawasan hutan seluas 2.373 hektare kepada negara.
Penyerahan Langsung oleh Jaksa Agung
Acara penyerahan berlangsung di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, dan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo. Jaksa Agung ST Burhanuddin secara simbolis menyerahkan uang denda administratif tersebut kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Selanjutnya, lahan kawasan hutan tahap VII seluas 2,37 hektare juga diserahkan kepada Menkeu Purbaya, yang kemudian diteruskan kepada CEO Danantara Rosan Roeslani dan akhirnya kepada Dirut PT Agrinas untuk dikelola.
Rincian Sumber Uang
Total uang sebesar Rp 10,2 triliun terdiri dari denda administratif senilai Rp 3,423 triliun dan hasil Satgas PKH untuk pajak PBB dan Non PBB sebesar Rp 6,846 triliun. Seluruh dana tersebut langsung masuk ke kas negara. Tumpukan uang yang dipamerkan disusun rapi di panggung utama dengan pecahan Rp 100.000, mencapai ketinggian sekitar 3 meter.
Pernyataan Presiden Prabowo
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintahannya berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 31,3 triliun dalam waktu 1,5 tahun. Uang tersebut berasal dari perkara tindak pidana korupsi, rampasan negara, dan denda administratif yang ditangani Kejagung. Prabowo mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Sebelumnya, pada Oktober 2025, Kejagung menyelamatkan Rp 13,2 triliun dari kasus korupsi minyak kelapa sawit (CPO), dan pada Desember 2025 menyerahkan Rp 6,6 triliun dari rampasan negara dan denda administratif.
Manfaat Uang untuk Perbaikan Sekolah
Presiden Prabowo menekankan bahwa uang yang diselamatkan dapat digunakan untuk memperbaiki 34.000 sekolah rusak di seluruh Indonesia. Pada tahun 2025, pemerintah telah memperbaiki 17.000 sekolah. Dengan tambahan dana ini, diharapkan lebih banyak sekolah yang mendapatkan perbaikan. "Berarti uang ini bisa dua kali lipat APBN, yang mana sekolah-sekolah berbelas tahun tidak mengalami perbaikan," jelas Prabowo.
Apresiasi atas Kinerja Kejagung
Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada Kejaksaan Agung atas kinerjanya dalam menyelamatkan keuangan negara. Ia menyebut bahwa pencapaian ini merupakan kehormatan dan kebahagiaan baginya. Kejagung terus berkomitmen untuk memberantas korupsi dan menertibkan kawasan hutan demi kepentingan negara.



